Kunjungi Pembangunan di Banten, Dua Menteri Beberkan ”Sinergi untuk Rakyat”


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah pusat mengucurkan anggaran sekitar Rp 288 miliar untuk program pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat Banten. Salah satunya, prorgam Sinergi untuk Rakyat yang disalurkan kepada masyarakat di Banten melalui berbagai program 2019.

 

Dia mengatakan, program itu digulirkan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di luar dana desa khususnya yang ada di Kementerian PUPR, kata dia, ada tujuh program yang dijalankan khusus untuk kerakyatan. Di antaranya rehabilitasi irigasi kecil, jembatan gantung, kota tanpa kumuh, sanitasi, penyediaan air minum, infrastruktur perdesaan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“Di Banten saya sampaikan ada Rp 288 miliar untuk program-program yang tadi saya sebutkan. Ada untuk rumah 4.000 unit Rp 77 miliar, untuk irigasi ada 305 irigasi Rp 68 miliar, program kotaku ada Rp 85 miliar, Pamsimas Rp 20 miliar dan Sanimas Rp 19 miliar. Semua dikeroyok dalam satu lokasi,” kata Basuki.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, program sinergi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pembiayan ultra mikro (UMi) yang disalurkan untuk koperasi dan UMKM yang belum bisa menjangkau pembiayaan dari perbankan, khusus untuk di Provinsi Banten sebesar Rp 15,8 miliar.

“Program UMi ini disalurkan melalui koperasi AKR yang merupakan mitra yang sangat baik didalam mengorganisir para ibu-ibu dan para pelaku ekonomi di sini,” katanya.

Dalam program UMi tersebut, total yang sudah tersalurkan untuk 846 ribu penerima dari Rp 2 triliun anggaran di 2018. Sehingga, total keseluruhan anggaran yang sudah disalurkan sejak diluncurkan program tersebut pada 2017 untuk program Umi adalah Rp 7 triliun.

“Ini pinjaman bergulir, sehingga kalau tadi ada yang pinjam enam bulan, 12 bulan atau 18 bulan, maka uangnya akan digulirkan lagi dengan suku bunga yang sangat rendah,” ucapnya.

Warga miskin di Banten mendapatkan subsidi listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bekerja sama dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui program meteran gratis. Program subsidi listrik kepada 1,2 juta warga miskin se-Indonesia itu, dilakukan karena warga tersebut tidak mampu membayar biaya pemasangan awal dan instalasi listrik di rumahnya.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, untuk program meteran gratis ini ada 1,2 juta rumah. Program ini telah digulirkan sejak awal tahun 2018. “Ini perlahan kami laksanakan dan diharapkan akhir tahun ini dapat selesai,” ujarnya.

Basir mengatakan, program meteran gratis itu tersebar di beberapa wilayah seperti di Jabar, Banten, Jateng, Jatim dan pulau terpencil. “Mereka tidak punya kemampuan untuk pasang meteran dan instalasi yang perlu ada kabel listrik dan saklar,” ucapnya.

Oleh karena itu, PLN memiliki program BUMN bersama BUMN lainnya untuk mengalirkan listrik. Progam tersebut adalah BUMN sinergi membantu lewat CSR. “PLN bantu Rp 500.000 mereka semua (BUMN) Rp 500.000 nanti tandem sama BUMN. Apakah PLN sama BNI, Pertamina, dan lainnya,” tuturnya.

Sponsorship tersebut dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu. “PLN punya karyawan 140 ribu lebih, setiap desa ada orang PLN. Jadi PLN tahu siapa yang tidak punya meteran atau ambil dari tempat lain, nah ini data diambil dari tingkat kecamatan sampai kabupaten dan provinsi,” katanya. 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan