Pemprov Banten gelontorkan Rp70 Miliar untuk pemulihan pasca tsunami


Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan dana sebesar Rp70 miliar untuk proses pemulihan yang daerah terdampak terdampak tsunami selat sunda. Pemprov akan fokus membangun hunian sementara dan sekolah yang rusak.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Banten Mahdani mengatakan dana tersebut berasal dari dana Tak Terduga (TT) dan Bantuan Sosial (Bansos) Pemprov Banten.

"Mulai saat ini, pemprov sudah bisa menggunakan anggaran dari dana tak terduga (TT) untuk kebutuhan penanganan pascabencana tsunami. Adapun besarannya, pemprov menyiapkan Rp70 miliar yang terdiri atas dana TT senilai Rp55 miliar, dan bantuan sosial tak terencana sebesar Rp15 miliar,” katanya, Selasa (8/1).

Dia menyampaikan berdasarkan intruksi Gubernur Banten Wahidin Halim, sebelum masa darurat bencana berakhir pada 9 Januari 2019, proses pembangunan hunian sementara harus sudah berjalan.

"Pak Gubernur sudah menginstruksikan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk membelikan barang (material bangunan) untuk membangun rumah sementara," ujar dia. 

Hingga saat ini, sudah ada proses pembangunan baik dari pihak luar maupun Pemprov Banten. "TNI siap membantu untuk mengerjakan pembangunan rumah sementara." Katanya.

Fokus bangun sekolah dan hunian sementara

Sementara, Sekretaris Tim Penanggulangan Bencana Tsunami Selat Sunda Muhtarom mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Banten fokus proses pemulihan bangunan sekolah dan hunian sementara.

"Pengungsi sudah berangsur-angsur berkurang kembali ke rumah, namun rumah mereka rusak. Kemudian sekolah juga demikian. Pemprov tampil lagi di situ," kata pria yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten itu.

Data yang diperoleh Posko terpadu Penanggulangan Bencana tsunami Banten mencatat, terdapat 1530 rumah rusak akibat tsunami. Data tersebut meliputi Kecamatan Labuan sebanyak 350 rumah rusak ringan dan 262 rumah rusak berat, Kecamatan Carita sebanyak 5 rumah rusak ringan dan 77 rumah rusak berat, Kecamatan Cigeulis sebanyak 9 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat, Kecamatan Panimbang sebanyak 39 rumah rusak ringan dan 49 rumah rusak sedang 24 rumah rusak berat.

Kecamatan Sukaresmi sebanyak 19 rumah rusak ringan dan 80 rumah rusak berat, Kecamatan Pagelaran sebanyak 14 rumah rusak ringan dan 6 rumah rusak berat, Kecamatan Cimanggu sebanyak 3 rumah rusak berat, dan Kecamatan Sumur sebanyak 23 rumah rusak ringan dan 238 rumah rusak berat.

"Gubernur (Wahidin Halim) yang mengkoordinir semua. Mulai dari evakuasi, proses pengungsian mengerahkan SKPD, dan di pasca bencana ini berupaya membangun hunian sementara," kata Muhtarom.

Mengenai penanganan hunian sementara untuk korban tsunami, dia menjelaskan, pihak kabupaten menyediakan lahan baru untuk hunian, Pemprov Banten berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Kementerian terkait membantu membangun kembali rumah warga yang rusak. "Termasuk dari Pemrov sendiri membantu," ujarnya.


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan