Ratusan Pegawai Pemprov Banten Bolos Apel Gabungan


Data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), jumlah peserta apel yang hadir tercatat sebanyak 3.174 orang dari total wajib apel 3.534 orang atau 89, 81 persen. Dan jumlah peserta apel yang tidak hadir dengan keterangan sebanyak 153 orang atau 4,33 persen dan tidak hadir tanpa keterangan sebanyak 207 orang atau 5,86 persen. 

Meski demikian Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengakui, kedisiplinan pegawai pemprov dari waktu ke waktu menunjukan sikap yang baik dan disiplin. Akan tetapi, ia minta BKD rutin menyampaikan laporan akurat mengenai data dan dapat membenahi manajemen kepegawaian di Pemprov Banten. Dirinya tidak menghendaki ada pegawai yang tidak pernah apel tapi tetap rutin mendapatkan tunjangan kinerja. 

"Inspektorat, BKD maupun Biro Hukum yang seperti itu harusnya jadi perhatian khusus karena manajemen harus jelas. Termasuk data yang ada di guru. Siapa yang harus diberikan dan tidak diberikan tukin tergantung prestasi. Kalau tidak bisa terukur absensinya, gimana mau ngukur kinerjanya. Kecanggihan teknologi sudah sangat pesat, gunakan itu untuk analisis data yang akurat," katanya.
 
Sebelumnya, sebanyak 68 ASN Pemprov Banten yang bolos apel pagi pasca libur lebaran tanggal 10 Juni lalu, terbukti melakukan pelanggaran indispliner pegawai. Satu orang di antaranya pejabat eselon IV.
 
Kepala BKD Banten, Komarudin ditemui usai melakukan audiensi dengan perwakilan Honorer Kategori Satu (K1) di Aula Setda KP3B Curug mengungkapkan, setelah dilakukan proses verifikasi, 290 ASN bolos apel pasca libur lebaran yang tidak melengkapi dokumen sakit atau absensi.

"Dari 290 yang kita klarifikasi dan mintai keterangan, kita pastikan ada 68 orang yang tidak hadir tanpa keterangan," katanya.


Tentang Kami


Statistik Kunjungan