Rapat Diseminasi, Mengkaji Reorganisasi OPD Pemprov Banten


Pemprov Banten menggelar Rapat Diseminasi Kajian re-Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Provinsi Banten 2019, di Bappeda Banten, KP3B, Jumat (28/6/2019). Rapat tersebut dalam rangka mengkaji reorganisasi OPD di lingkungan Pemprov Banten.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Muhtarom mengatakan, desiminasi kajian re-organisasi OPD Provinsi Banten bermaksud agar menjadi landasan bagi evaluasi susunan OPD yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Tujuannya, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas fungsi OPD, mengidentifikasi dimensi yuridis, mengidentifikasi perubahan yang perlu diadopsi atau diantisipasi dan memegang teguh prinsip berkegunaan.

Menurut dia, kajian itu menjadi sumber utama substansi penyusunan kebijakan reorganisasi OPD di Pemprov Banten, serta menjadi naskah akademis bagi amandemen Perda Nomor 8 tahun 2016 Provinsi Banten tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar menuturkan, organisasi dalam struktur organisasi tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemprov Banten harus hemat dan kaya akan fungsi. Hal ini untuk menjawab setiap persoalan dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Jauhkan berpikir tentang saya mendapat jabatan apa dan mendapat apa dan seterusnya. Karena kita adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan patuh sesuai dengan kebijakan kelembagaan untuk kita menempatkan diri dalam peran-peran itu, itulah filsosofi besarnya,” katanya.

Kebutuhan organisasi bagi penyelenggaraan urusan pemerintahan pada dasarnya menjawab upaya pemerintah untuk pencapaian kesejahteraan, pengganguran dan lainnya bagi rakyat. Pihaknya mencoba mendalami di berbagai kesempatan dalam rangka prinsip-prinsip keorganisasian.

Menurutnya, diperlukan langkah improvisasi kompentensi manajerial, kompentensi teknis dan kompentensi sosial kultural tempat menampung pemerintah berkreasi dan bekerja. Atas prinsip-prinsip itu, pemprov dihadapkan dengan regulasi untuk kita memastikan capaian kinerja.

“Anggapan bahwa organisasi itu untuk menampung orang, itu yang tidak benar. Organisasi itu adalah tempat mengeksplorasi pekerjaan. Oleh karenanya dalam kajian ini, yang saya harapkan betul adalah bagaimana analisis bukan kerja dulu, beban kerjanya sudah terpetakan secara terstruktur baru tempatkan itu kedalam organisasi,” katanya. 


Tentang Kami


Statistik Kunjungan