Seminar Internasional ROAD TO G20
Seminar Internasional ROAD TO G20

Seminar Internasional ROAD TO G20

Kota Bandung – Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten mengikuti Seminar Internasional ROAD TO G20 dengan tema “Fostering Collaboration between Cities to Accelerate Solution Towards Climate Change, The Pandemic and Economic Recovery” agenda tersebut dalam rangka mendukung pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia.  

 

Kegiatan yang  berlangsung secara hybrid, itu mengundang Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi dan Kota terpilih di Indonesia dan menghadirkan narasumber sebanyak 15 (lima belas) orang dari pemangku kebijakan diantaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Walikota terpilih di Indonesia, UCLG ASPAC, ADB’s Approach to Urban Development, C40 Cities Climate Leadership Group, PPLow Carbon Policy and Finance Section, FCDO British Embassy Jakarta, Pemprov Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta, USAID, Seoul Metropolitan Government, Australia (ALGA), Increasing Resilience, and Stability China (Beijing, Guangzhou, Xian) India (New Delhi) Ensuring Sustainable and Inclusive Growth Japan (Tokyo).

 

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kemendagri (Dr. Heriyandi Roni, M.Si) mengatakan G20 adalah forum kerjasama multilateral yang menghimpun 20 (dua puluh) negara dengan kekuatan ekonomi maju dan berkembang dalam kepentingan membahas isu-isu penting perekonomian dunia.

 

Selain itu, “Kementerian Dalam Negeri berperan menjadi kementerian pengampu pada agenda Engagement Groups Urban 20 (U20) dengan Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi Co-Chairs atau ketua pada agenda tersebut” jelasnya.

 

Heriyandi juga menyampaikan, Indonesia akan menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) 2022 yang direncanakan bulan November 2022 di Provinsi Bali.

Adapun Tujuan kegiatan Seminar Internasional ROAD TO G20 adalah: Mempublikasikan perihal Presidensi G20 Indonesia kepada pemerintah daerah, asosiasi pemerintah daerah, lembaga pemerintah dan non pemerintah, serta mitra pembangunan dalam dan luar negeri; Mendiseminasikan informasi dan menggali saran dan masukan terkait isu-isu prioritas dari Engagement Groups U20; Mendiseminasikan informasi terkait praktik baik dan urgensi dari kolaborasi antar kota dalam mengatasi perubahan iklim, pandemi dan pemulihan ekonomi.

 

“Kota merupakan suatu simpul yang sangat penting bagi sistem perkotaan maupun ekonomi wilayah. Sebab, kota merupakan tempat terkonsentrasinya aktivitas-aktivitas ekonomi”.

 

“Karenanya, urbanisasi menjadi hal yang tidak terhindarkan. Sejalan dengan hal tersebut Kemendagri sedang memfinalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perkotaan yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi pemerintah daerah di Indonesia dalam membangun kota-kota di Indonesia, yang tidak hanya berfokus pada unsur fisik kota. Namun juga pada unsur budaya, ekonomi dan lingkungan hidup di perkotaan”.

 

Demikian, kata Plh. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri Eko Prasetyanto Purnomo mewakili Plt. Setjen Kemendagri Suhajar Diantoro Putro kala memberikan Keynote Speech pada acara pembukaan kegiatan Seminar Internasional ROAD TO G20 di Hotel Mercure City Center Kota Bandung - Jawa Barat Kamis (24/2/2022).

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Bernadia Irawati Tjandradewi menyampaikan tujuan Sustainable Development Goals (SDG’s) 2030 yakni memberikan peluang kunci bagi kota-kota untuk mempromosikan paradigma pembangunan berkelanjutan. Hal itu utamanya bergerak menuju pemulihan yang tangguh dari krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh Covid-19. Selain itu, langkah ini sejalan dengan isu prioritas U20 yakni urban health and social inclusion, digitalization and growth, dan energy transitions, ucapnya.

 

Dalam persiapan pertemuan Engagement Groups U20, telah ditetapkan usulan prioritas dan issue notes U20 sebagai berikut:

  1. Urban Health and Social Inclusion: Vaccine justice for all; Productive and healthy housing; Social interaction and health; Mental health;Covid 19 orphan’s ;Discrimination free society;
  2. Digitalisation and growth: Future of works; Entrepreneurship promotion; Property industry; Adaption towards advance digital technologies; New models of production and consumption;
  3. Energy Transition: Shifts to fossil fuels to clean and renewable energy; Sustainable mobility; Zero-carbon buildings Zero waste; Green and healthy streets.

Beberapa hal yang menjadi rekomendasi dari Seminar Internasional yaitu:

  1. Kepemimpinan Indonesia di Presidensi G20 tahun 2022 menjadi sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan kota-kota anggota G20, mengakomodasi kota dan pemerintah daerah dalam menghadapi beberapa isu yang dihadapi dunia, seperti perubahan iklim dan pandemi COVID-19 yang menjadi tantangan utama saat ini yang dihadapi oleh kota dan pemerintah daerah;
  2. Kota adalah garda terdepan dalam mempromosikan paradigma pembangunan berkelanjutan serta mendukung pemulihan yang tangguh dari krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh COVID-19. Lebih lanjut, Pandemi COVID-19 telah memperkuat solidaritas antar kota dan menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan bahwa prinsip dasar Agenda 2030 leave no one behind dapat terlaksana. Aksi daerah akan sangat mempengaruhi keberhasilan kebijakan di nasional maupun internasional. Dalam hal ini, U20 merupakan forum penting untuk menyelaraskan prioritas nasional dan komitmen global, serta membawa perspektif kota ke dalam agenda terdepan G20;
  3. Kemiskinan ekstrem seringkali terpusat di wilayah perkotaan, pemerintah baik di pusat maupun di daerah berjuang keras mengakomodasi pertambahan populasi di wilayah perkotaan. Menciptakan kota yang aman dan berkelanjutan berarti memastikan akses pada perumahan yang aman dan terjangkau, serta memperbaiki pemukiman kumuh. Ini juga melibatkan investasi pada transportasi umum, menciptakan ruang hijau bagi publik, dan meningkatkan perencanaan dan pengaturan perkotaan yang inklusif sekaligus melibatkan semua pihak;
  4. Sejalan dengan hal tersebut, kolaborasi antar pemangku kepentingan di kota menjadi hal yang penting dan tidak terhindarkan. Peran masyarakat khususnya kaum muda di perkotaan, juga sector swasta sangat diperlukan dalam mendorong timbulnya inovasi-inovasi dalam rangka mempromosikan pembangunan berkelanjutan, mengatasi pandemi Covid -19 dan usaha pemulihan ekonomi;
  5. Kolaborasi tentunya membutuhkan dedikasi dan komitmen penuh dari seluruh pihak, dukungan terhadap regulasi dan aturan juga penting untuk menjadi perhatian bagi pemerintah;
  6. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri akan senantiasa memberikan panduan, serta supervisi kepada pemerintah daerah untuk memastikan agar penyelenggaraan pemerintahan di daerah dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Diharapkan, “agar seminar ini dapat memberikan kontribusi dalam menyuarakan Presidensi G20 Indonesia khususnya kepada pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat Indonesia, serta mendorong timbulnya praktik baik dan kolaborasi antar kota dalam mengatasi perubahan iklim, pandemi dan pemulihan ekonomi. Semoga pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan manfaat yang nyata tidak hanya kepada pemerintah Indonesia, namun juga seluruh masyarakatnya”, pungkas Heriyandi.