Rapat Koordinasi Pengembangan Aplikasi Perjalanan Luar Negeri dan Kerja Sama ‘PERKASA”

Rapat Koordinasi Pengembangan Aplikasi Perjalanan Luar Negeri dan Kerja Sama ‘PERKASA”

Jakarta - Dalam rangka meningkatkan sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemertintah Daerah khususnya di bidang kerja sama guna mendukung pembangunan daerah, Pusat Fasilitasi Kerja Sama Setjen Kementerian Dalam Negeri mengelar acara Rapat Koordinasi Pengembangan Aplikasi Perjalanan Luar Negeri dan Kerja Sama ‘PERKASA”.

Peserta Kegiatan Rapat berjumlah ±50 (lima puluh) orang yang terdiri atas perwakilan pemerintah provinsi dari 34 provinsi di Indonesia.

Adapun Narasumber yang dihadirkan 1. Kementerian Dalam Negeri dengan tema “Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Big Data Potensi Ekonomi Daerah Melalui Kerja Sama”; 2. Pihak ke-3 yang membangun aplikasi perkasa dengan tema “Riview serta Rencana Pengembangan Aplikasi PERKASA”; 3. Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Praktik Cerdas Pengembangan Aplikasi Kerja Sama (SEDUNIA) Provinsi Jawa Tengah”.

Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kepala Pusat Fasker (Dr. Heriyandi Roni M.Si) mengatakan Pusat Fasilitasi Kerja Sama telah memulai langkah dalam pengembangan sistem informasi dan tetap bertekad untuk terus meningkatkan manfaat dan kinerja sistem di lingkup Sekretariat Jenderal Pusat Fasilitasi Kerja Sama, maupun seluruh Kementerian Dalam Negeri dan terutama bagi lingkup Pemerintah Daerah.

Untuk meningkatkan pelayanan secara cepat, tepat dan akurat serta perubahan kebutuhan yang sangat dinamis khususnya penyelesaian izin perjalanan luar negeri dan database fasilitasi kerja sama, pada tahun 2019 Pusat Fasilitasi Kerja Sama telah membangun sistem informasi internal berbasis web aplikasi yaitu Perjalanan Luar Negeri dan Kerja Sama (PERKASA).

Berkenaan dengan perubahan yang sangat dinamis baik dari sisi kebijakan, kebutuhan, maupun perkembangan industri digital pada saat ini dan berdasarkan hasil review aplikasi PERKASA pada tahun 2020, maka untuk memaksimalkan peran aplikasi dimaksud perlu dilakukan penyesuaian dan pengembangan” ujar Roni.

Oleh karena itu, kami memandang perlu diselenggarakan pertemuan dalam rangka “Rapat Koordinasi Pengembangan Aplikasi Perjalanan Luar Negeri dan Fasilitasi Kerja Sama (PERKASA)” sebagai suatu upaya untuk mengidentifikasikan saran, masukan, serta kebutuhan sebagai salah satu dasar pengembangan aplikasi dimaksud” kata Roni pada Rapat Koordinasi Pengembangan Aplikasi Perjalanan Luar Negeri dan Kerja Sama ‘PERKASA” di Hotel Harris Vertu Harmoni Jl. Hayam  Wuruk No. 6 Kelurahan Kebon Kelapa Kecamatan Gambir Jakrata Pusat, Senin,5/4/2021.

Lebih lanjut Roni juga menyampaikan “Tujuan Kegiatan rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan aplikasi PERKASA serta mendapatkan ide masukan dari masing-masing pemerintah daerah dalam rangka optimalisasi pengembangan aplikasi dimaksud sehingga dapat meningkatkan layanan Pusat Fasilitasi Kerja Sama di bidang perizinan luar negeri dan fasilitasi kerja sama kepada Pemerintah Daerah.

Dari kegiatan pada hari ini dapat diperoleh beberapa point penting yang dapat menjadi perhatian bersama :

  1. Kementerian Dalam Negeri saat ini terus melakukan inovasi guna meningkatkan standar pelayanan publik khususnya izin perjalanan dinas luar negeri dan database Pusat Fasilitasi Kerja sama;
  2. Memperhatikan isu-isu yang berkaitan dengan pelaksanaan rencana kerja sama pemerintah daerah dengan mitra dalam dan luar negeri, termasuk perkembangan dan hambatannya sehingga dapat dihasilkan feedback yang positif bagi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah;
  3. Menggali potensi daerah untuk mewujudkan data potensi daerah sebagai penyiapan perumusan kebijakan dan memfasilitasi kerja sama kepada pemerintah daerah terkait kepentingan kerja sama daerah;
  4. Dibutuhkan Komitmen, kemampuan inovatif, Soft Skill dan pemanfaatan teknologi dalam melalakukan inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik secara cepat, tepat, efisiesi, riset teknologi dan inovasi merupakan salah satu faktor utama yang menggerakan petekonomian di negara maju, hal ini dimaksud dapat menjadi referensi Apartur Sipil Negara (ASN) dalam melaksanakan perubahan;
  5. Inisiasi pengembangan big data melalalui aplikasi PDLN dan Kerja sama berfungsi untuk :
  • Menentukan penyebab suatu masalah kegagalan secara rill time;
  • Mengurangi biaya dan waktu;
  • Pengambilan sebuah keputusan yang cerdas dan tepat;
  • Mendeteksi sebuah anomani/prilaku yang mennyimpang dalam struktur organisasi.

“Dengan kegiatan ini kami berharap dapat menjadi pedoman bagi kita semua dapat meningkatkan kulitas dan kinerja sumber daya manusia terutama yang berkaitan dengan penyelesaian izin perjalanan dinas dan database Pusat Fasilitasi Kerja Sama guna menunjang pelaksanaan program-program kerja sama  sehingga kedepannya sinegitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan yang efisien dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi proses pemerataan pembangunan di daerah” tutup Roni.