Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XXI

Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XXI

Yogyakarta - Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) XXI merupakan ajang meletakkan dasar pemikiran dan tindakan bersama berupa optimalisasi koordinasi dan sinergi dalam rangka kerja sama lintas batas. Dengan begitu, diharapkan tercapainya prestasi kolektif regional yang mampu membangkitkan kembali ekonomi daerah para anggota FKD-MPU.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya pada Rapat Kerja Gubernur FKD MPU XXI yang digelar secara daring pada Kamis (27/05). Dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Sri Sultan mengatakan, rapat kerja kali ini membicarakan tiga hal penting, yakni penanganan CoViD-19 yang utamanya bagi penderita komorbid, peningkatan penegakan hukum, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kendatipun forum ini efektif hanya beberapa jam, namun saya berharap agar prinsip-prinsip kerja sama regional ini dapat dibahas bersama sebagai platform rancangan kerja sama ke depan. Jika ini benar-benar dapat terwujud, sungguh menjadi sebuah prestasi kolektif regional yang diharapkan mampu menjadi penghela laju kebangkitan ekonomi di masing-masing wilayah,” papar Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, melalui kerja sama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan mampu merangsang investasi dengan memanfaatkan, baik pasar wisata regional yang besar dan mulai bangkit kembali, maupun penghematan oleh skala ekonomi sebagai hasil regionalisasi pasar. Kerja sama ini juga diharapkan jadi wahana percepatan untuk segera keluar dari dampak pandemi CoViD-19 yang berkepanjangan.

“Di samping itu, juga diharapkan dapat menjadi benteng ketahanan sosial masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sosio kultural yang berkembang,” imbuh Sri Sultan.

Rapat Kerja Gubernur FKD MPU XXI mengangkat tema ‘Sinergitas Kerja Sama Daerah dalam Meningkatkan Efektivitas Penanganan dan Penanggulangan Dampak Pandemi COVID-19 Pasca Vaksinasi’. Raker tahun ini diselenggarakan selama tiga hari yakni 24, 25 dan 27 Mei 2021 secara daring. Seluruh anggota FKD MPU yang meliputi provinsi di Jawa, Bali, Lampung, NTT dan NTB hadir secara daring. Pada kesempatan kali ini ditandatangani pula kesepakatan bersama tentang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, pada Penutupan Rapat Kerja Gubernur FKD MPU XXI, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mewakili dan membacakan sambutan Gubernur DIY. Sri Paduka mengatakan, hasil kesepakatan di akhir rapat kerja ini menjadi panduan aksi selanjutnya. Panduan ini meliputi optimalisasi koordinasi dan sinergi dalam rangka kerja sama lintas batas.

“Misalnya, khususnya untuk kesepakatan travel corridor, destinasi wisata terpilih untuk kunjungan wisatawan mancanegara disepakati hanya diizinkan untuk beberapa negara terseleksi saja. Semua anggota Mitra Praja Utama sudah sepakat untuk mendukung kebijaksanaan Kemenparekraf atas Travel Corridor Arrangement atau TCA ini,” ungkap Sri Paduka.

 

Sri Paduka menambahkan, konsep pariwisata lintas batas ini bertolak dari sifat pariwisata yang tanpa batas pula, baik dalam sifatnya yang multisektoral maupun yang borderless atau lintas negara dan benua. Selanjutnya, DIY pun mengusulkan pula pembahasan yang perlu dilakukan pada Rapat Kerja Gubernur FKD MPU, yakni upaya realisasi gagasan yang bertolak dari berbagai perkembangan yang harus ditangani secara terpadu, baik dalam satu jaringan informasi maupun operasional.

“Salah satunya adalah penanggulangan masalah narkoba atau psikotropika yang semakin mengancam kehidupan tunas-tunas bangsa,” imbuh Sri Paduka. (Rt)