Pemprov Dapat Jatah 253 Calon ASN

Pemprov Dapat Jatah 253 Calon ASN

Jadi persoalan karena masih banyak tenaga honorer di Pemrov Banten yang belum jadi ASN dan jumlahya ratusan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten Komarudin, mengatakan, untuk rekrutmen CPNS kali ini Pemprov Banten mendapat formasi sebanyak 253 kursi. Formasi itu telah mendapat penetapan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB).

"Itu tertuang dalam Keputusan MenpanRB Nomor 545 Tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan PNS di Lingkungan Pemprov Banten tahun 2019,” katanya, Senin (21/10).

Komarudin, menjelaskan, dari 253 kursi yang diberikan terbagi dalam dua jenis formasi. Untuk tenaga teknis sebanyak 31 orang dan sisanya diperuntukan bagi tenaga pendidikan. Sementara untuk tenaga kesehatan masih diperjuangkan.

"Tenaga kesehatan itu sedang kita usulkan dari formasi yang diberikan,” ujarnya.

Disinggung soal jadwal pendaftaran, pihaknya memerkirakan tak akan lama lagi.
"Pengumuman Oktober-November sudah diumumkan. Formasi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) belum, dari formasi yang diberikan semuanya CASN,” ungkapnya.  

Lebih lanjut dipaparkannya, adapun pelaksanaan seleksi nantinya akan menggunakan metode yang masih sama dengan yang sebelumnya. Tes akan dilaksanakan menggunakan metode computer assisted test (CAT).

"Seleksi kan polanya sama seperti yang lalu, perangkat segala macam daerah yang menyiapkan tapi software dari BKN (Badan Kepegawaian Negara). Kalau pemprov biasanya di BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Banten,” tuturnya.

Berdasarkan iformasi yang diberikan sebanyak 253 kursi lebih sedikit dibanding usulan yang diberikan Pemprov Banten sebanyak 480 kursi.

Dari 480 kursi, 70 persennya diperuntukan bagi PPPK.

Kepala Sub Bidang Perencanaan, Pengadaan dan Pengangkatan pada BKD Provinsi Banten Ade Nuryasin mengungkapkan, usulan formasi CASN dan PPPK telah disusun dan diserahkan sejak Agustus lalu. Namun formasi final sepenuhnya menjadi kewenangan KemenpanRB.

"Nanti akan ada jadwal (seleksi) juga dari pusat," terangnya.