Pemkab Pandeglang Dorong Curug Putri Go Internasional

Pemkab Pandeglang Dorong Curug Putri Go Internasional

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berupaya mendorong destinasi wisata Curug Putri di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) di Kecamatan Carita, menjadi salah satu tempat yang diakui oleh UNESCO.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, dirinya bersyukur kepada Allah telah diberikan warisan geologi sangat cantik. Dan ini bisa menjadi investasi besar bagi Indonesia maupun Banten dan Pandeglang melalui PAD nya.

“Bagaimana supaya daya tarik wisatawan nusantara mancanegara datang ke sini. Tetapi aksesibilitasnya ga ada, tadi kita bicara sama Pak Dandim, saya bawa dinas lengkap dari perkim, PUPR, untuk bisa mengukur kemampuan fiskal kita sejauh mana,” kata Irna kepada Kabar Banten saat ditemui di Curug Putri Carita, Ahad (18/8/2019).

Untuk itu, kata dia, pihaknya berharap bisa ada jalan akses masuk agar para peneliti, masyarakat, wisatawan Jabodetabek bisa datang ke Curug Putri dengan akses yang sangat mudah.

“Kami berharap tadi sedang ada upaya geopark Ujung Kulon menuju geopark nasional, setelah diakui oleh nasional. Kita akan jual lagi sampai diakui di UNESCO geopark internasional. Ini tidak mudah, kita harus bisa mempromosikan, tetapi tadi infrastrukturnya harus kita angkat listrik dan jalannya, sehingga mereka menuju ke sini mudah,” ujarnya.

Menurutnya, Tahura ini sudah selayaknya menjadi domain kabupaten, tetapi pemerintah provinsi masih mengkaji.

“Saya tunggu niat baik Pemprov Banten untuk bersama-sama, kalau memang belum bisa dihibahkan alasannya seperti apa, kalau memang mau dibangun segera dibangun sehingga bisa berbagi tugas. APBD kami sedikit demi sedikit apabila Pemprov Banten belum membangunnya,” ucapnya.

Masih kata Irna, untuk harga tiket masuk dirinya mendorong agar bisa disesuaikan dengan standar, sebab untuk terus menarik pengunjung.

“Untuk tiketnya nanti dilihat lagi berapa standarnya, jangan terlalu mahal. Sebab, orang akan kapok untuk kembali ke sini lagi,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Firda Lestari menuturkan, dirinya sangat berkesan melihat little grand canon yang natural, sebab masih tergolong langka untuk di daerah Banten.

“Bagus ya tebing-tebingnya, airnya juga natural dan berasal dari sumbernya langsung mungkin. Suasananya sejuk dan segar, cuma jalannya saja yang cukup jauh, mungkin ini konsepnya jelajah alam,” tuturnya


Click Here To See More