Diskominfo Gelar Forum Data Statistik Sektoral

Diskominfo Gelar Forum Data Statistik Sektoral

Kota Serang – Mendasari Peraturan Gubernur Banten Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Satu Data Indonesia dan dalam rangka mensinergikan pengelolaan data statistik sektoral bidang pemerintahan dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Maka Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Persandian Provinsi Banten melalui bidang Persandian Statistik dan Layanan Pengadaan tepatnya Seksi Pelayanan Informasi Statistik menggelar kegiatan Forum Data Statistik Sektoral, bertempat di ruang rapat Lt. 6 gedung SKPD Terpadu KP3B, Curug – Kota Serang, Rabu (18/03/2020).

Acara yang dibuka oleh Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Provinsi Banten Ir. Hj. Eneng Nurcahyati, mengundang peserta dari 19 OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten dan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Banten serta Bappeda  Provinsi Banten.

Adapun pointer rapat yang disampaikan oleh Kadis Kominfo pada forum data statistik sektoral bidang pemerintahan pada pengelolaan data statistik sektoral yaitu resume data sektoral yang terdiri dari bidang pemerintahan terdapat 19 OPD (Biro Organisasi, Biro Pemerintahan, Biro Adpem, Biro ARTP, Biro Hukum, Biro Umum, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DP3AKKB, Setwan, Badan Kesbangpol, Bappeda, Bapenda, BPKAD, BKD, BPSDM, Badan Penghubung, Sat Pol PP, Dinas Perpusda), bidang sosial terdapat 7 OPD (Biro Kesra, Dinas Sosial, Disnaker, DLHK, DPMD, BPBD, Dispora), bidang ekonomi terdapat 6 OPD (Dinas Koprasi, DPMPTSP, DKP, Dinas Pariwisata, Disperindag, Biro Bina Perekonomian, Distanak, Dinas Ketapang), bidang infrastruktur terdapat 6 OPD (Biro Bina Infrastruktur, Dinas PUPR, Diskominfo, Dinas ESDM, Dinas Perkim, Dishub).

Sementara itu, narasumber dari BPS Provinsi Banten Andrean MA selaku Kepala bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik dengan materi Peningkatan Pelayanan Data (diseminasi data) melalui peningkatan kualitas SDM penyediaan data statistik sektoral yang handal, menyampaikan bahwa penyediaan (diseminasi) data statistik yang handal dapat terwujud melalui SDM yang berkualitas serta penerapan prosedur yang benar. Adapun yang menjadi pokok bahasan yaitu diseminasi dan evaluasi. Diseminasi maksudnya memahami dan melakukan diseminasi atau penyediaan data statistik sesuai dengan kebutuhan pengguna data. Evaluasi maksudnya memahami dan melakukan evaluasi terhadap data statistik yang telah didesiminasikan kepada publik. Diseminasi berarti pengelolaan rilis produk statistik kepada pengguna, cakupannya semua kegiatan yang berkaitan dengan penyusun dan penerbitan berbagai produk statistik baik dalam bentuk statis maupun dinamis melalui berbagai media publisitas. Untuk produk statistik yang diproduksi secara teratur tahapan diseminasi terjadi di setiap iterasi. Sedangkan tujuanya yaitu mendukung pengguna dalam mengakses dan menggunakan produk statistik yang dirilis oleh penyelenggara kegiatan statistik.

Selain itu, Andrean juga menjeleskan bahwa metada adalah informasi yang menjelaskan tentang data, metadata sama dengan DNA dari data. Metada terbagi atas metadata kegiatan, metada variabel, metadata indikator. Metadata harus didefinisikan pada setiap tahap penyelenggaraan kegiatan statistik termasuk metada variabel dan indikator. Sebagai informasi, inventarisasi metadata dapat diakses di https://sirusa.bps.go.id.

Disampaikan Andrean, bagaimana suatu kegiatan statistik dilaksanakan. Terdapat rincian metadata kegiatan antara lain keterangan umum kegiatan, identifikasi penyelenggara kegiatan, penanggung jawab kegiatan, informasi umum kegiatan, variabel yang dikumpulkan, metodologi, pengolahan penyajian dan analisis, abstraksi. Selain itu, ada metadata indikator disusun dengan rincian antara lain nama indikator, konsep definisi, rumus, kegunaan, interpretasi, ukuran, satuan, klarifikasi/referensi yang digunakan, asumsi dan sumber.

“Sedangkan konsep metada suatu variabel rinciannya yaitu nama variabel, konsep definisi, referensi waktu pengumpulan”, sebut Andrean.

Sementara itu, Kabid Penelitian dan Pengembangan Ahmad Rohili yang menjadi narasumber mewakili kepala Bappeda Provinsi Banten, menyampaikan materi tentang Kebijakan Pengelolaan Data Melalui Pergub Nomor 2 Tahun 2020. Adapun yang disampaikan Ahmad Rohili dalam materinya salah satunya visi misi Gubernur Banten 2017-2022.

“Misi menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance berkaitan dengan penerapan e-government seperti e-planning, e-monev, e-budgeting dan berlangsung efektif karena dalam satu database SIMRAL”, ucap Ahmad Rohili.

Dijelaskan Ahmad Rohili terkait manfaat Pergub SDI (Satu Data Indonesia) yaitu pengendalian pengumpulan data, data dikumpulkan oleh produsen data, data dikumpulkan di wali data (pasal 33 ayat 1). Sedangkan percepatan penerapan SDI, produsen data mengumpulkan data yang sesuai dengan prinsip satu data, daftar data dan jadwal sesuai dengan daftar (perencanaan) data. Data yang dihasilkan oleh produsen, data diperiksa kesesuaiannya dengan prinsip Satu Data Indonesia oleh Walidata (pasal 32, 34).

Turut menghadiri forum tersebut, Kabid Persandian Statistik dan Layanan Pengadaan Dwi Yudo Siswanto, Kepala Seksi Pelayanan Informasi Statistik Eko Prihatik Pambudi selaku penyelenggara kegiatan forum tersebut sekaligus menjadi moderator, serta unsur staff seksi Pelayanan Informasi Statistik. Forum Data Statistik Sektoral berlangsung interaktif antara peserta dengan narasumber.