Bukit Waruwangi, Wisata Peternakan di Serang Rasa New Zealand

Bukit Waruwangi, Wisata Peternakan di Serang Rasa New Zealand

Bingung liburan mau kemana pekan ini? bagi warga Banten dan sekitarnya tak perlu jauh berwisata ke Eropa atau luar negeri untuk menikmati wisata peternakan.

Sebab, sebuah desa perbukitan di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang menyediakan wisata agro ruminasia atau hewan ternak yang membuat pengunjung kagum dengan suasana alam menyerupai negeri para peternak di New Zealand.

Bukit Waruwangi, area perbukitan yang luasnya 120 hektar menyediakan ratusan sapi berbagai jenis dan 12 rusa yang terdiri dari rusa Tutul dan rusa Timor. Di area tersebut kita akan banyak menjumpai ratusan sapi yang dibiarkan berkeliaran di bukit-bukit dengan rumput yang hijau.

Bahkan kita bisa berinteraksi langsung dengan ratusan sapi dan sejumlah rusa. Pengelola membolehkan para pengunjung yang ingin memberi makanan pada gerombolan sapi dan rusa. Cukup membayar Rp3.000, pengunjung mendapatkan seikat rumput import dari Australia dan berkesempatan memberi makanan langsung ke sapi dan rusa yang sudah jinak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BantenNews.co.id, sejak dibuka untuk umum pada 25 Agustus 2019, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar Rp2.000 per orang. Mobil pribadi dan motor bisa masuk ke area bukit Waruwangi, namun pengunjung yang membawa roda empat harus hati-hati, selain jalan berliku dan naik turun, akses jalan masuk ke bukit peternakan hanya muat satu mobil.

Namun ada alternatif lain bagi pengendara roda empat bisa masuk lewat madrasah Nurul Fikri, sebab jalan tersebut lumayan kondusif muat dua kendaraan.

Tami salah seorang warga sekitar menceritakan ribuan pengunjung datang dari berbagai daerah, terutama dari Jakarta. Para pengunjung beragam mulai dari komunitas sepeda, keluarga maupun mahasiswa. Mereka penasaran ingin melihat langsung bukit Waruwangi yang viral di sosial media.

“Selain menyaksikan pemandangan tanah lapang dari ketinggian, banyak fasilitas yang disediakan pengelola, di antaranya ada kafe, ada buat perkemahan juga, kemudian pengelola juga menyediakan tempat penginapan di atas bukit tersebut,” ujarnya usai menikmati pemandanagan di bukit Waruwangi, Minggu(8/9/2019).

Tami mengatakan wisata tersebut milik mantan Menteri Pertanian Siswono Yudo Husodo. Sementara ini, pengelola masih membuka wisata tersebut setiap hari. Ia berharap wisata tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

“Dan yang paling penting pengelola jangan sampai mengejar keuntungan finansial saja tapi juga mampu melestarikan alam agar tetap bersih dan ramah lingkungan. Kami berharap para pengunjung sadar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga wisata peternakan ini tetap asri dan sejuk,” ujarnya.


Click Here To See More