Wahidin Halim Ajak Warga Banten Introspeksi Diri Terkait Bencana Tsunami Selat Sunda

Wahidin Halim Ajak Warga Banten Introspeksi Diri Terkait Bencana Tsunami Selat Sunda

GUBERNUR Banten, Wahidin Halim bersama Wakilnya Andika Hazrumy, mengisi malam pergantian tahun 2019 dengan menggelar dzikir dan doa bersama.

Kegiatan tersebut bertempat di Mesjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.

Hadir dalam kesempatan itu unsur Forum Komunikasi Pemerintahan Daerah (FKPD), Pj. Sekretaris Daerah Ino S Rawita, Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Banten, seluruh ASN di Lingkungan Pemprov Banten, para ulama, santri dan masyarakat di sekitar KP3B.

Dalam sambutannya Gubernur mengajak semua hadirin melakukan introspeksi dan muhasabah atas berbagai kejadian yang telah terjadi.

"Introspeksi, semoga diberi petunjuk dan hidayah. Apapun istilahnya, bencana, malapetaka atau azab sekalipun. Kejadian Tsunami yang tidak diawali oleh gempa bumi tetap saja merupakan peringatan bagi kita semua selaku manusia," ujar Wahidin, Selasa (1/1/2019).

Oleh sebab itu, Gubernur mengajak masyarakat berdo’a supaya tidak diberikan bencana lagi. Dan selalu berdo’a untuk dijauhkan dari bahaya apapun.

"Kepada para korban dan keluarganya dapat selalu diberikan kesabaran dan ketabahan. Dan bagi yang meninggal dunia, mudah-mudahan diampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal ibadahnya," ucap pria yang akrab disapa WH ini.

"Melalui dzikir dan do’a seperti yang kita lakukan saat ini adalah permohonan kita kepada Allah SWT agar kita dijauhkan dari sikap takabur, sombong dan perilaku yang hanya memikirkan harta semata," sambungnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat agar selalu menghindari hal yang bersifat hasut, ujaran kebencian. Apalagi menghujat, supaya selalu terhindar dari adzab dan bencana.

“Sebaiknya kita harus saling mengingatkan,” kata Wahidin.

Ia juga mengucapkan terima kasih dan sangat terharu atas bantuan dari berbagai pihak yang turun serta datang berduyun-duyun.

“Polisi, TNI, ASN, SAR, relawan, bahu membahu mengevakuasi dan menggotong jenazah korban. Semuanya berlomba berbuat baik, menolong dan membantu sesamanya," ungkapnya.

Dzikir dan do’a dipimpin Ustad Komarudin Mughni dari Majelis Ta'lim Adzikra pimp K.H. Arifin Ilham.

Sebelum melaksanakan dzikir dan do’a bersama, sebelumnya dilaksanakan hatamman Qur'an, Shalat Isya berjamaah, dan kemudian berdzikir dan doa bersama.

Ustad Komarudin Mughni dalam ceramahnya menjelaskan, banyak hikmah di balik sebuah peristiwa.

Bencana yang baru saja terjadi mengajarkan kepada manusia untuk mengetahui hikmah di balik suatu peristiwa serta bagaimana memahami secara mendalam akan keimanan.

"Itu sebabnya kita harus senantiasa instropeksi diri. Mungkin ibadah kita yang masih lemah,” tutur Komarudin.

Menurutnya, Allah SWT tidak akan menurunkan musibah apabila suatu kaum banyak yang beristighfar dan selalu memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Untuk itu mari kita memohon ampunan kepada Allah SWT, selagi kita bisa dan memiliki umur," paparnya.

Seperti diketahui, sepekan yang lalu Provinsi Banten mendapatkan musibah tsunami Selat Sunda yang mengakibatkan sebanyak 317 orang meninggal dunia, 709 luka-luka, 8 orang hilang, 39.946 orang masih menempati tempat-tempat pengungsian.

Sebanyak 606 unit rumah rusak, 108 unit roda empat, 57 unit roda dua, dan 14 hotel/vila, serta 60 warung kuliner, 215 gazebo, dan 44 unit perahu.