WAGUB BANTEN MAKAN MIE AYAM KAKI LIMA BERSAMA WARGA BADUY

WAGUB BANTEN MAKAN MIE AYAM KAKI LIMA BERSAMA WARGA BADUY

Ada hal menarik usai kemeriahaan puncak acara seba baduy 2018, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Andika Hazrumy terlihat menikmati makan malam mie ayam baso pinggir jalan bersama masyarakat Kanekes atau yang biasa disebut suku baduy, di depan Alun-alun Kota Serang pada Sabtu (21/4/2018) 

 Wagub yang turut hadir menyapa ribuan masyarakat baduy dalam gelaran festival Budaya Seba Baduy 2018 yang digelar di Museum Banten, terlihat mendengarkan keluh kesah masyarakat Kanekes yang tinggal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak tersebut. Perbincangan Wagub bersama masyarakat Kanekes tidak berhenti sampai acara berakhir. Ditengah perjalanan, Wagub berhenti di depan alun-alun Kota Serang yang menjadi salah satu lokasi festival seba baduy. 

Dengan masih mengenakan baju putih dan ikat kepala khas suku baduy dalam, Wagub mendatangi sekumpulan masyarakat Kanekes yang tengah menikmati mie ayam pinggir jalan. Tanpa canggung, Wagub duduk dan berbincang dengan masyarakat Kanekes tersebut. Kehadiran orang nomor dua di Banten itu tentu saja membuat kaget masyarakat Kanekes. Namun tidak lama, suasana terlihat langsung mencair bahkan Wagub turut memakan mie ayam baso yang ternyata juga menjadi menu favoritnya. 

Dalam perbincangan yang memakan waktu lebih dari satu jam tersebut, Wagub menanyakan terkait dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Kanekes yang memang mayoritas bercocok tanam. "Kalau bapak dari kampung mana?, dikampung biasa menanam apa? Lancarkan pak?," ujar Wagub kepada salah seorang masyarakat Kanekes dengan menggunakan bahasa sunda, yang merupakan bahasa keseharian masyarakat Kanekes. 

Festival Budaya Seba Baduy memang menjadi agenda tahunan di Provinsi Banten, acara puncak yang juga menjadi inti ritual bagi masyarakat Kanekes untuk bertemu sapa dengan Pemerintah Daerah yang dipimpin Gubernur Banten Wahidin Halim atau yang disebut suku baduy sebagai bapak gede. 

Dalam seba tahun ini, setidaknya 1.388 masyarakat Kanekes menghadiri rentetan acara yang dimulai di Kabupaten Lebak dan berakhir di Kota Serang dengan membawa berbagai hasil bumi, seperti pisang, gula merah, singkong dan berbagai bahan pangan mentah lainnya sebagai seserahan kepada Pemerintah Daerah.