Sidak Ke RSUD Banten,( Gubernur Banten) WH Mengaku Puas

Sidak Ke RSUD Banten,( Gubernur Banten) WH Mengaku Puas

Diketahui  WH  telah mengubah jam kerja ASN pada bulan ramadhan menjadi pulul 06.00 WIB hingga 12.30 WIB, namun tidak berlaku pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayanan kepada masyarakat. 

Demikian disampaikan  WH saat melakukan pemantauan pelayanan masyarakat di RSUD Banten, Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Banjarsari, Serang, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (8/5). 

"Pelayanan jangan berhenti, ini nggak pernah berhenti. Harus ada hadir rumah sakit, sekolah itu tidak boleh (berhenti). Kalau yang ada di kita kan banyaknya staf, masyarakat nggak ada yang datang, sistem komputerisasi sudah ada, online juga ada, jadi masyarakat nggak datang dan pegawai boleh pulang," terang WH.

Dari hasil pantauannya, WH menyatakan bahwa pelayanan RSUD Banten saat ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Sehingga, ia mengimbau masyarakat untuk tidak merasa khawatir jika ingin mendapatkan pelayanan dari RSUD Banten. 

"Pelayanannya sudah lebih baik, fasilitas yang kurang saya sudah minta segera dipenuhi. Jadi masyarakat nggak perlu khawatir lagi," paparnya.

Terkait tingkat kehadiran pegawai hari ini, WH juga menegaskan, kondisinya sama tinggi dengan hari pertama jam kerja baru diterapkan. Ia pun berharap, semangat pegawai untuk masuk kerja lebih pagi  dapat terjaga hingga akhir bekerja di bulan ramadhan bahkan pada bulan-bulan setelahnya agar dijadikan kebiasaan yang baik. 

"Sama bagusnya dengan kemarin, semua bersemangat jam 06.00 WIB sudah pada di kantor. Tadi saya ke BPSDMD (badan pengembangan sumber daya manusia daerah) juga begitu. Semoga seterusnya bisa begitu," imbuhnya

Selain melakukan pemantauan, WH juga mengunjungi Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita yang tengah sakit dan dirawat di RSUD Banten sejak dini hari tadi (Rabu). 
 
Sebelumnya, Kepala BKD Banten Komarudin mengaku penerapan pemotongan tambahan penghasilan pegawai negeri sipil (TPPNS) atau tunjangan kinerja (tukin) akan diberlakukan bagi pegawai yang telat ngantor atau membolos.
  
"Pemotongan Tukin akan tetap diberlakukan, walaupun dibulan Ramadhan ini," pungkasnya.