Razia WNA, Timpora Imigrasi Salahkan Pengelola Apartemen di BSD

Razia WNA, Timpora Imigrasi Salahkan Pengelola Apartemen di BSD

Razia itu dilakukan di Apartemen Akasa BSD, Apartemen Green View, Apartemen Tree Park dan beberapa titik lainnya, termasuk di perumahan di Pagedangan dan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Namun, dalam razia tersebut Kepala Kantor Imigrasi Tangerang, Herman Lukman, menyanyangkan pihak pengelola Apartemen Akasa BSD yang membolehkan WNA tanpa menunjukan identitas menetap disana.

"Ada empat WNA di Apartemen Akasa. Seharusnya pengelola manajemen agak tegas gitu loh. Setiap penghuni asing terutama harus, pertama pemilik penginapan harus sama dengan pemilik kamar. Oke kalau misalnya dikontrakkan, tapi harus lapor gitu siapa yang ngontrak. Kan kalau ada apa apa gimana. Harusnya pihak manajemen lebih tertib lagi gitu loh," tegas Herman, Sabtu (13/7).

Sementara itu, terpisah Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, juga menyayangkan terkait penduduk yang tidak terdata, terlebih tidak jelas identitasnya.

"WNA, WNI, penduduk baru ya harus koordinasi atau laporan ke RT setempat. Apakah secara langsung atau dikoordinir oleh pihak manajemen ya boleh-boleh saja, tapi itu harus dilakukan," ujar Bang Ben melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, pihak Pemkot Tangsel tidak akan segan-segan untuk menegur pengelola apartemen yang melanggar permasalahan administrasi WNA.

"Ya kalau terkait bangunannya sih itu sudah ada IMB ya, tapi inikan persoalan administrasi kependudukannya, ya nanti kita akan peringatkan kalau umpamanya dia masih tetap melakukan hal hal seprrti itu tidak melaporkan ada WNA di apartemennya, seperti teguran itu bisa dilakukan," ungkapnya.