Pungli Jabatan, Gubernur Banten WH: Laporkan Ke Saya Lewat SMS Atau Ketemu

Pungli Jabatan, Gubernur Banten WH: Laporkan Ke Saya Lewat SMS Atau Ketemu

"Kalau ada yang harus bayar Rp 40 juta, Rp 50 juta atau Rp 100 juta laporkan kepada saya lewat aplikasi pesan, surat atau lewat apa saja. Laporkan orang yang meminta uang kepada saya untuk jabatan tertentu," kata WH pada saat menjadi Pembina apel gabungan awal bulan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang berlangsung di lapangan apel Setda Banten KP3B Curug Kota Serang, Senin (4/2).

Hadir dalam apel tersebut Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Penjabat Sekretaris Daerah Banten Ino S Rawita, para staf ahli gubernur dan asisten daerah, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Banten.

Dalam kesempatan itu WH juga mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjadi khalifah di muka bumi, tidak membuat kerusakan dan untuk berbuat kebaikan. 

Pada intinya kita hidup untuk mencari ridho dari Allah SWT. Oleh karena itu jangan saling menyakiti, jangan saling membenci, jangan saling memfitnah, jangan saling menghina, harus penuh dengan kasih sayang. Dan tidak ada gunanya kita hidup saling memaki dan menghina tegasnya.

Selanjutnya ia juga menuturkan bahwa semua pegawai di lingkungan Pemprov Banten harus bekerja dengan sungguh�"sungguh. WH mencontohkan grup musik yang berasal dari Korea Selatan. 

Mereka berlatih sangat keras, mereka bekerja keras menginginkan hasil yang terbaik. Begitupun kita yang menjadi pegawai harus bekerja keras dengan sungguh - sungguh, semangat untuk mencapai hasil yang terbaik," terangnya.

Ia pun menegaskan bahwa mulai saat ini para pegawai tidak akan mendapatkan tunjangan kinerja apabila tidak memiliki output kinerja. 

"Tidak sekedar output tetapi harus melaporkan kinerjanya apabila tidak melaporkan kinerjanya ke dalam sistem maka kalian tidak akan mendapat apa-apa , ungkap WH.

Terkait pilpres WH berpesan kepada seluruh aparatur dilingkungan Pemprov Banten untuk bersikap netral. Kata WH, ASN memiliki hak pilih tetapi tidak boleh berkampanye. 

"Jangan tunjukan symbol jari yang mengarah pada pasangan tertentu karena kita sebagai ASN terikat dengan ketentuan," tandasnya