Pemprov Banten Kucurkan Bankeu Rp 265 Miliar

Pemprov Banten Kucurkan Bankeu Rp 265 Miliar

Peruntukkan Bankeu pun dibatasi hanya untuk urusan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Kepala Biro Adpem Banten Mahdani mengatakan, untuk pendistribusian Bankeu Pemprov memerlukan sebuah peraturan gubernur (Pergub) yang kini sedang disusun. Secara umum, pihaknya akan kembali memberlakukan pengiriman bankeu secara bertahap.

"Empat tahap, (pembagiannya) 20 , 30, 30 dan 20 persen. Jadi kecil di awal dan kecil juga di akhir,” katanya,  Jumat (8/3).

Mahdani menjelaskan, aturan lainnya yang masih berlaku adalah dasar pencairan adalah laporan dari realisasi tahapan sebelumnya. Jika kabupaten/kota yang melakukannya, maka pemprov tak akan memberikan dana segar itu untuk tahap selanjutnya.

"Insya Allah tahun kemarin bisa tertarik semua. Tetapi kalau sekali enggak ke tarik ya sudah, enggak tertarik lagi tuh (untuk tahap selanjutnya). (Minimal laporannya) 70 persen dari SPJ (surat pertanggungjawaban) dari yang sebelumnya,” katanya.

Adapun poin baru yang dimasukan dalam pergub nantinya adalah terkait teknis dana sisa hasil efisiensi penggunaan anggaran. Mahdani memastikan, dana tersebut masuk ke kas daerah kabupaten/kota dan akan diatur dalam sebuah peraturan daerah (perda).

"Cuma di keuangan kemarin masih diinikan (dibahas) sisa uang dari efisiensi. Di triwulan IV kalau ada sisa bagaimana? Itu dipertanyakan, itu nanti jadi diperda, masuk ke APBD sana (kabupaten/kota),” ungkapnya.

Sekali lagi, Mahdani menegaskan, Bankeu hanya diperuntukkan untuk pembiayaan kegiatan tiga urusan prioritas yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Selain dari itu, pemprov tidak akan menyetujuinya.

Makannya Bappeda verifikasi (usulan peruntukkan Bankeu), Bappeda dengan kita juga timnya. Setelah dipergubkan baru keluar juknis (petunjuk teknis) dan mulai bisa distribusikan. Kita sudah bahas tiga kali, tinggal finalisasinya. Pertengahan bulan ini selesai,” tuturnya.

Kepala Bappeda Banten Muhtarom mengatakan, pihaknya telah menerima dan memverifikasi usulan pencairan Bankeu dari delapan Kabupaten/Kota. Dia membenarkan jika bankeu sudah bisa dikirim ke daerah pada bulan ini.

"Sudah kita verifikasi. Pencairan secepatnya, Maret lah,” ujarnya

Diketahui, Pemprov Banten pada APBD 2019 mengalokasikan Rp 265 miliar untuk Bankeu delapan Kabupaten/Kota. Rinciannya, Kabupaten Serang Rp 60 miliar, Kabupaten Lebak Rp 55 miliar dan Kabupaten Pandeglang 50 miliar. Sementara untuk kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Serang dan Kota Cilegon dibagi rata, masing-maisng Rp 40 miliar.