Pabrik Kurang Ramah Lingkungan, WH Kontrol Langsung Industri

Pabrik Kurang Ramah Lingkungan, WH Kontrol Langsung Industri

"Bayangkan di pinggir laut pabrik-pabrik dibangun, harusnya jarak 100 meter dari pinggir laut atau tepi laut baru boleh dibangun," kata WH saat memberikan sambutan pada acara pemberian penghargaan PROPER 2017-2018 kepada beberapa perusahaan di Pendopo Gubernur KP3B Curug Kota Serang, Rabu (27/2).

WH menjelaskan, bahwa masalah lingkungan adalah masalah kita bersama. WH pun meminta kepada para pengusaha untuk bisa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten. 

"Dan tentunya kita bisa bersinergi kemudian kepada para perusahaan yang lain dapat mengikuti langkah-langkah perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan ungkapnyam

Karena itu WH menegaskan tidak bermain-main dengan perusahaan yang mencemari lingkungan. 

Saya akan melihat langsung meninjau pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarangan karena itu melanggar undang-undang tegasnya.

Menurut WH, kedepan setiap aktivitas usaha harus ramah terhadap lingkungan. 

Kalau tidak akan menghasilkan polusi yang berakibat berdampak pada lingkungan itu sendiri," ungkap WH seraya mengatakan program-program penataan lingkungan menjadi bagian daripada upaya pembangunan.

Karena itu lanjut WH, masalah lingkungan adalah masalah kita bersama. WH pun meminta kepada para pengusaha untuk bisa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten. 

Dan tentunya kita bisa bersinergi kemudian kepada para perusahaan yang lain dapat mengikuti langkah-langkah perusahaan yang telah mendapatkan penghargaan," harapnya.

Penghargaan PROPER merupakan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sejak tahun 1995, untuk mendorong perusahaan meningkatkan pengelolaan lingkungannya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita, Kepala DLHK Banten Husni Hasan, serta perwakilan dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penghargaan.