Mendagri: Inovasi Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Mendagri: Inovasi Kunci Sukses Pembangunan Daerah

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai inovasi adalah salah satu kunci suksesnya pembangunan di daerah. Hal itu ia ungkapkan ketika menghadiri acara penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) yang diselenggarakan Koran Sindo pada Selasa (1/8) malam.

Tjahjo mengapresiasi, Koran Sindo selaku penyelenggara acara yang turut mengawal inovasi kepala daerah. Sebab, kata dia membangun inovasi-inovasi ini bagian yang tak terpisahknya dari suksesnya daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan publik.

“Kami apreasiasi kepada Koran Sindo yang konsisten untuk mencermati gelagat dan dinamika yang ada di daerah, termasuk dalam hal inovasi,” kata Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, program-program kerja yang dihasilkan atas inovasi kepala daerah diharapkan juga mampu menekan angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial. Sebab, dengan cara tersebut, maka penyerapan anggaran tidak hanya diperuntukan pos-pos rutin saja.

“Fokus dalam hal inovasi saya kira sangat penting. Jangan sampai penyerapan anggarannya bagus hanya untuk program rutin dan tidak ada inovasi. Nanti manfaatnya anggaran tidak akan dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya pun terus mendorong program inovasi yang dilakukan di daerah. Salah satunya melalui ajang Penghargaan KDI 2017 diharapkan mampu merangsang daerah lain untuk melakukan inovasi.

“Semoga ke depan ada daerah baru dan tidak hanya itu-itu saja yang dapat. Asosiasi kepala daerah harus dapat saling bertukar pikiran sehingga setiap daerah mampu berinovasi,” ujarnya.

Mengutip Presiden RI pertama Soekarno, Tjahjo mengatakan, seorang pemimpin harus memiliki impian. Dengan impian itu pemimpin mampu membentuk persepsi-persepi yang dapat melahirkan keberanian. 

Penghargaan KDI 2017 diberikan kepada 26 kepala daerah yang terdiri 4 gubernur, 9 wali kota, dan 13 bupati. Penghargaan ini dibagi dalam enam kategori, yakni Ekonomi dan Investasi, Pelayanan Masyarakat, Sosial Budaya, Infrastruktur Pembangunan, Tata Kelola Pemerintahan, dan Lingkungan Hidup.