Gubernur Wahidin Halim Gusar Proyek di Banten Banyak yang Belum Diselesaikan

Gubernur Wahidin Halim Gusar Proyek di Banten Banyak yang Belum Diselesaikan

GUBERNUR Banten Wahidin Halim menggelar rapat evaluasi Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Ruang Rapat Pendopo Gubernur, Serang.

 

Hal itu dirasakan perlu oleh Gubernur mengingat hingga akhir bulan April 2019 masih banyak program kegiatan di Provinsi Banten yang progresnya tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan dan terlambat.

 

"Sudah banyak hal yang perlu segera kita realisasikan, agar dapat sirasakan oleh masyarakat," ujar Gubernur tampak gusar di hadapan anak buahnya, Selasa (23/4/2019).

 

Berbagai proyek dibahas dalam rapat tersebut. Termasuk di antaranya soal hunian tetap bagi korban bencana alam tsunami beberapa waktu yang lalu.

 

"Jangan terlalu lama dan kenapa masih saja bicara lahan. Semua sudah dibahas dan ditetapkan, segera direalisasikan," tegur Gubernur ke sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat tersebut.

Selanjutnya dikatakan Gubernur, Pemprov Banten perlu bergerak cepat. Dan harus sesuai target waktu serta kerja yang telah disepakati bersama.

 

Rapat evaluasi terbatas juga dihadiri, antara lain:

- Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Ino S Rawita,

- Inspektur E.Kusmayadi,

- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muhtarom,

- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Hadi Soeryadi,

- Kepala Dinas Perkim M Yanuar,

- Kepala Badan Pendapatan Daerah Opar Sochari,

- Plt Kepala Dinas Kesehatan M Yusuf,

- Kepala Biro Umum Ahmad Syaukani,

- Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Mahdani,

- Kepala Dinas Sosial, Kepala Biro ARTP Beni Ismail.

 

“Program hunian tetap (huntap) untuk korban bencana segera selesaikan. Masing - masing Dinas kerjakan yang menjadi tupoksinya dan sesuaikan dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya,” ucap pria yang akrab disapa WH ini.


Gubernur meminta TAPD untuk memberikan penjelasan atas hal - hal yang sudah dan belum dilaksanakan sekaligus kendala yang dialami agar dapat dibahas dan dicarikan solusi penyelesaian masalahnya.

 

Selain percepatan progres dan target, Gubernur juga meminta agar menyusun manajemen yang lebih tertata untuk mempermudah percepatan program.

 

Menurutnya dengan manajemen yang tertata, setiap kendala yang terjadi dalam pelaksaan kegiatan akan cepat menemukan jalan keluar. Karena sistem koordinasi yang berjalan sesuai fungsinya.

 

“Kalau manajemennya tertata, pekerjaan akan lebih cepat selesai dan targetpun lekas tercapai bahkan bisa melampaui. Saya memang terbiasa dengan cara kerja cepat, kalau lambat kita akan ketinggalan,” kata Wahidin.

(sumber: wartakotalive)