Februari, Gubernur Banten WH Bakal Rombak Pejabat

Februari, Gubernur Banten WH Bakal Rombak Pejabat

Ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (14/1) kepada wartawan saat ditanya kapan pelantikan pejabat eselon WH mengaku akan melakukannya pada bulan depan. 

"Februari kayaknya," katanya singkat.
Dikatakan WH, alasan dirinya belum melakukan rotasi khususnya untuk pejabat setara eselon II karena terbentur aturan. Dari aturan yang ada, pejabat eselon II tidak boleh diberhentikan atau dipindahtugaskan sebelum genap dua tahun menduduki jabatannya.

Selain alasan tadi, pihaknya juga tak menampik ketika disinggung jika dirinya belum melakukan rotasi dan mutasi pejabat karena masih menunggu hasil lelang jabatan Sekda Banten.

"Karena ada aturan dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara), pejabat eselon II harus menunggu dua tahun. (Soal masih menunggu hasil lelang sekda) itu salah satunya tapi yang penting memang pejabat dua tahun baru bisa diganti. Yang lain ngikutin nanti, eselon II, III, IV,” ungkapnya.

WH juga memastikan, mutasi, rotasi dan promosi akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Salah satu yang menjadi pertimbangannya adalah capaian kinerja di 2018. Selain itu, sebelum melakukan kebijakannya itu, pemprov selalu berkonsultasi dengan pemerintah pusat.

"Kita mah enggak ada (rotasi dan mutasi) besar-besaran, yang habis masa jabatan ya ganti. Rotasi masih kita konsultasikan, kan harus ada alasan merotasi itu. Kita kan persiapkan sekarang instrumen untuk pengukuran kinerja, dari pembangunan 2018 kita tahu kan dinas-dinas yang memang optimal, mana yang enggak,” tegasnya.

Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita menambahkan, besar kemungkinan mutasi, rotasi dan promosi pejabat akan dilakukan pada Februari. 

Ya mungkin Februari atau Maret, belum pembahasanya juga, tunggu saja. Satu-satu saja dulu dan memang harus dirapatkan banyak yang begitu, panjang. Melibatkan orang banyak, Tim Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) dan sebagainya,” paparnya.

Walaupun Baperjakat sudah bekerja dan menyetorkan hasil penilaian sebagai bahan pertimbangan, namun tetap saja keputusan ada di tangan gubernur.

Nanti kalau sudah beres mungkin persiapan-persiapan dan urusan pelantikan itu urusan Pak Gubernur. Kita hanya menyiapkan bahan siapa-siapa, hasil masukan penilaian, macam-macam dari Tim Baperjakat. Nanti Pak Gubernur yang memutuskan,” ungkapnya.

Terpisah, Asisten Daerah (Asda) III l Banten Samsir mengungkapkan, untuk tahapan lelang sekda saat ini baru saja menyelesaikan assessment atau penilaian di Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur I Lembaga Administrasi Negara (PKP2A I LAN) RI di Jalan Kiara Payung Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Setelah itu ada tes kesehatan dan wawancara. (Proses lelang sekda) enggak sampai (Maret), kalau masalah pelantikan terserah Pak Gubernur tapi kalau selesainya pertengahan Februari,” pungkas Samsir