Bandar Narkoba Bakal Ditembak Mati

Bandar Narkoba Bakal Ditembak Mati

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Brigjen Pol M Nurochman bakal mengambil tindakan tegas terhadap bandar narkoba. Dia memerintahkan anak buahnya untuk menembak mati para bandar narkoba yang berani melawan.

“Jika ada bandar narkoba di Provinsi Banten, kami akan mengambil tindakan tegas. Tembak mati. Ini penalaran perintah untuk di bawah (lapangan-red),” kata mantan Kapolresta Bandarlampung itu seusai pemusnahan barang bukti sabu-sabu di kantor BNNP Banten, Selasa (25/7).

Instruksi tersebut, sambung Nurochman, sebagai antisipasi kemungkinan bandar narkoba melawan petugas menggunakan senjata api (senpi) saat ditangkap petugas. “Karena bandar tidak menutup kemungkinan menggunakan senpi (senjata api-red) untuk melindungi diri sendiri. Ini bicara uang besar,” jelas Nurochman.

Sebelumnya, Nurochman bersama perwakilan Polda Banten, Kejati Banten, Pengadilan Tinggi (PT) Banten, beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat memusnahkan 47 gram lebih sabu-sabu. Pemusnahan dilakukan dengan memasukkan sabu-sabu ke dalam larutan air garam. Larutan air sabu-sabu itu dibuang ke dalam toilet kantor BNNP Banten.

“Jumlahnya memang tidak terlalu banyak. Tapi, di sinilah keseriusan kita melakukan penindakan, pengamanan khususnya warga masyarakat dari penyalahgunaan peredaran narkoba,” kata Nurochman didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Abdul Majid.

Barang bukti sabu-sabu itu diperoleh petugas setelah meringkus dua orang pengedar narkoba di dua lokasi berbeda, Sabtu (8/7). Dua pengedar bernama Rizky Maulana alias Betok (20) dan Rizky Mambo Syahziar Putra alias Rambo (31) adalah pengedar narkoba jaringan Lapas Kelas I Tangerang.

Rizky Maulana alias Betok dibekuk sekira pukul 21.30 WIB di Jalan Boulevard BSD (Green Cove) Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dua bungkus plastik bening berisi sabu-sabu seberat 16,386 gram ditemukan petugas dari tangan Betok.

Betok mengaku sabu-sabu itu diperoleh dari Rizky Mambo Syahziar Putra alias Rambo. Betok kemudian dibawa menuju kediaman Rambo di Kampung Cilenggang, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong. Dari kediaman Rambo, petugas menemukan tiga paket sabu-sabu seberat 31,216 gram yang dibungkus kain hitam, timbangan digital, sebuah ponsel, dan empat buah plastik bening.

“Setelah kita kembangkan, ternyata peredaran sabu-sabu itu dikendalikan oleh dua orang warga binaan Lapas,” kata Nurochman.

Dua narapidana itu, yakni Fauzi Amin dan Nanang Sutoro. Dua lelaki itu adalah warga binaan Lapas Kelas I Tangerang. “Ini fakta. Hasil survei BNN Pusat, peredaraan narkoba 70 persen dikendalikan dari dalam LP (lapas-red),” jelas Nurochman.

Akibat perbuatannya, keempatnya dijerat dengan Pasal Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keempatnya terancam hukuman pidana selama 20 tahun penjara.

“Yang di lapas sudah kita periksa di sana (lapas-red),” kata Nurochman.

Sementara, Rambo mengaku baru satu bulan terakhir menjadi pengedar. Dia mengaku menerima persentase setiap kali transaksi. “Satu titiknya Rp 25 ribu (gram-red), dikalikan seratus. Saya cuma antar saja barangnya sesuai perintah dia (Fauzi Amin-red),” ucap Rambo.