BRIMOB BERHASIL SELAMATKAM GUBERNUR DARI TAWANAN TERORIS

BRIMOB BERHASIL SELAMATKAM GUBERNUR DARI TAWANAN TERORIS

Hal tak terduga menimpa Gubernur Banten Wahidin Halim hari ini,  keluar dari Pendopo Gubernur KP3B, iring-iringan gubernur dihadang sejumlah teroris. 
 
Kalah jumlah orang,  pengawal gubernur berhasil dilumpuhkan para teroris,  gubernur pun ditawan. Beruntung salah satu ajudan gubernur berhasil melarikan diri dan melapor kepada tim anti teror Gegana Brimob Polda Banten.
 
Dengan sigap,  tim pun langsung mendatangi lokasi dan melakukan penetrasi dengan senjata lengkap. Alhasil baku tembak dan ledakan granat pun tidak bisa dihindari. Dengan sigap, tim antiteror berhasil membebaskan Gubernur beserta seluruh sandera dengan selamat. Sementara seluruh teroris berhasil dilumpuhkan. Kemudian tim penjinak Bom Gegana Brimob melakukan penyisiran untuk menetralisir TKP. 
 
Satu tas yang diduga berisi bom langsung diamankan, dan berhasil dijinakan kemudian dihancurkan dilokasi yang dinilai cukup aman. Sebuah ledakan kecil terjadi ketika aparat menghancurkan bom tersebut. Serangkaian peristiwa tersebut, merupakan bagian dari simulasi anti teroris yang dilakukan oleh Brimob Polda Banten. 
 
Wakil Kepala Satuan Beimob Polda Banten AKBP Susnadi  mengungkapkan bahwa pihakanya sengaja menggelar simulasi penanganan penanggulangan terorisme khsusnya bagi kepala daerah di Provinsi Banten. 
 
"Pelatihan untuk pembebasan sandra, ancaman Bom dan kemudian serangan sparadis oleh teroris," ujar AKBP Susnadi
 
Simulasi yang melibatkan 350 personil tersebut merupakan latihan yang kerap dilakukan oleh Brimob Polda Banten, sejumlah wilayah seperti pasar hingga tempat keramaian sering digunakan sebagai tempat latihan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi darurat terorisme.
 
"Kita sudah melakukan simulasi disejumlah tempat seperti di hutan, tempat umum dikeramaian, pasar dan mall," pungkasnya.
 
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan dirinya mendukung apa yang dilakukan Brimob Polda Banten, mengingat tugas dan kewajiban Polri untuk melindungi masyarakat dari tindakan terorisme. 
"Ya ini bagus, latihan-latihan ini kan perlu untuk meningkatkan kesiapan, kemahiran aparat kepolisian dalam menanggulangi terorisme," ujar Andika Hazrumy.
 
Lebih lanjut dirinya mengungkapkan dengan sekian banyak peralatan yang dimiliki oleh polri terkait penanganan terorisme, sehingga pelatihan serta simulasi tepat dilakukan agar setiap individu dapat mengasah keterampilan menggunakan senjata-senjata yang dimilikinya. Oleh karenanya, dirinya berharap Polri terus mengasah kemampuan khususnya kemampuan tempur.