BPBD Banten Jadikan Puskesmas Penampung Korban Bencana

BPBD Banten Jadikan Puskesmas Penampung Korban Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mendirikan posko-posko penanggulangan bencana di lokasi. Selanjutnya, BPBD mengirimkan korban ke sarana kesehatan (puskesmas) terdekat. Ada juga beberapa Markas Komando Rayon Militer (Koramil) yang dijadikan lokasi penampungan dan pengobatan korban bencana.

Beberapa puskesmas yang saat ini menjadi tempat penampungan dan pengobatan korban bencana tsunami dan gelombang pasang di Provinsi Banten tersebut yaitu di Kabupaten Pandeglang yaitu Puskesmas Sumur, Puskesmas Ciguelis, Puskesmas Cibaliung, Puskesmas Panimbang, Puskesmas Labuan, Puskesmas Carita, Puskesmas Jiput, Puskesmas Menes, dan Puskesmas Mandalawangi. Untuk Kabupaten Serang yaitu Puskesmas Cinangka, dan Koramil Cinangka.
Korban yang berada di wilayah Tanjung Lesung dan Sumur ditampung di Puskesmas Cigeulis, Puskesmas Cibaliung, Puskemas Sumur, dan Puskesmas Panimbang. Korban dari wilayah Carita dan Labuan, ditampung di Puskesmas Jiput, Puskesmas Labuan, Puskesmas Carita, Puskesmas Mandalawangi dan Puskesmas Menes. Sedangkan, korban yang berasal di wilayah Anyer ditampung di Puskesmas Cinangka, dan Koramil Cinangka. Apabila tidak tertangani dirujuk ke RSUD Cilegon dan RS Krakatau Medika Cilegon. Dan, korban bencana yang berada di pulau Sangiang ditampung di RS Krakatau Medika Cilegon.

Untuk para korban yang memerlukan penanganan khusus dengan luka yang cukup berat, korban di bawa dari wilayah Kab. Pandeglang dirujuk ke RSUD Berkah Kab. Pandeglang. Bila tidak bisa tertangani segera dirujuk RSUD Banten di Kota Serang, RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang dan RS Sari Asih di Kota Serang. Sedangkan, dari Anyer langsung dirujuk ke RSUD Drajat Prawiranegara di Kota Serang.

Saat berita ini diturunkan, sebanyak 6 korban berada di RS Sari Asih, RSUD Banten sebanyak 15 korban dan 1 orang meninggal dunia, RS Krakatau Medika Cilegon sebanyak 18 pasien, RS dr Drajat Kabupaten Serang sebanyak 42 pasien dan 6 Jenazah, RSUD Cilegon 1 korban, dan RS Medika BSD 4 korban dan 30 korban sedang dalam perjalanan.

Untuk penanganan korban Pemprov Banten sudah menerjunkan puluhan tim medis ke lokasi bencana. Selain dokter yang ada di Kabupaten Pandeglang dan kabupaten Serang, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mendapatkan bantuan tenaga medis dan dokter dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan kota Tangerang Selatan, antara lain dari Tim RSU Kab Tangerang, Tim RS Sari Asih Serang, Tim Rs Krakatau, Tim RSU Kota Tangerang, Tim RSUD Malingping, Tim 119 kota tangerang, dan Tim 119 kota Cilegon. Sampai saat ini, bantuan tim medis terus berdatangan dari pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Banten.

Respon cepat Pemerintah Provinsi Banten sesuai arahan Gubernur Banten. Dalam berbagai kesempatan Gubernur memerintahkan aparatur Pemprov Banten untuk benar-benar mempersiapkan penanggulangan bencana secara cepat.

“Apabila di BPBD Provinsi Banten masih kurang, kita langsung minta ke pusat melalui BNPB,” ujar Gubernur.

Upaya penanggulangan bencana di Provinsi Banten dipantau terus Gubernur Banten, H. Wahidin Halim dan Wakil Gubernur H. Andika Hazrumy. Keduanya, meninjau langsung lokasi bencana dan penampungan pengungsi bencana tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir Barat Provinsi Banten. Gubernur meninjau di lokasi penampungan korban bencana di Jiput dan Mandalawangi, Pandeglang. Sedangkan Wakil Gubernur melihat lansung ke Carita Kabupaten Pandeglang.

Sejak Sabtu malam tadi, 22 Desember 2018, Gubernur langsung memerintahkan kepada seluruh ASN di Lingkungan Pemprov Banten untuk cepat tanggap melakukan penanggulangan bencana tersebut. Gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Selain itu, gubernur juga menghimbau masyarakat untuk tidak percaya dan menelan mentah-mentah dan menyebarluaskan informasi yang tidak jelas sumbernya.