BIRO PEMERINTAHAN SETDA PROVINSI BANTEN TERLIBAT DALAM BANTEN EXPO 2015

BIRO PEMERINTAHAN SETDA PROVINSI BANTEN TERLIBAT DALAM BANTEN EXPO 2015

SEBANYAK 149 STAND RAMAIKAN BANTEN EXPO 2015

Tangerang – Menteri Perindustrian RI Saleh Husin resmi membuka kegiatan Banten Expo 2015 yang berlangsung hingga 24 November 2015 mendatang di Mall Balekota Tangerang, Jumat malam, (20/11).

Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Banten Expo 2015 di harapkan dapat meningkatkan peluang usaha bagi para peserta dan dapat meningkatkan daya saing IKM dan UMKM maupun Industri Menengah Keatas, sehingga dapat meningkatkan roda perekonomian di Provinsi Banten.

Selain itu, melalui Banten Expo 2015 informasi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, program kegiatan pembangunan dan potensi daerah dapat ditampilkan. Dimaksudkan agar masyarakat Banten dapat melihat dan memahami program kegiatan pembangunan di Provinsi Banten.

Kedepan saya mengharapkan agar Banten Expo ini dapat dilaksanakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang di ikuti oleh pengusaha-pengusaha Banten,” ujar Gubernur.

Gubernur menambahkan, sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-15 Provinsi Banten mall-mall yang ada di Banten akan menyelenggarakan Banten Great Sale dari tanggal 28 November 2015 s.d 10 Januari 2016. Dengan harapan transaksi mencapai Rp 5 Triliun. Ini adalah salah satu daya tarik untuk masyarakat Banten khususnya agar tidak berbelanja pada tahun baru di luar Provinsi Banten.

Sementara itu Kepala Dinas perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Masruri mengatakan, pada tahun ini kegiatan Banten Expo di ikuti oleh 71 peserta dengan total stand sebanyak 149.

Kegiatan Banten Expo 2015 di bagi atas tiga kelompok. Pertama informasi dan publikasi hasil-hasil pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan oleh beberapa sektor dan kedinasan, kedua konsultasi dan layanan publik seperti pelayanan perizinan oleh BKPMPT dan pelayanan pajak online, ketiga gelar produk IKM dan UMKM yang ada diwilayah Provinsi Banten.

Menteri Perindustrian dalam sambutanya mengatakan, penyematan nama daerah kini dikenal dengan pendekatan indikator geografis. Banten memiliki beragam produk lokal yang berpotensi untuk dikembangkan seperti makanan olahan, tenun, dan kerajinan.

Banten memiliki kekayaan dan kearifan lokal yang melahirkan Batik Banten, anyaman dan tenun Baduy. Provinsi Banten juga memiliki 34 sentra IKM yang meliputi sentra makanan ringan, alas kaki, logam, batubata dan genteng yang tersebar di Serang, Pandeglang dan Lebak,” lanjutnya.

Dengan lokasi geografis strategis, budaya yang kuat, keberadaan IKM serta industri besar, saya yakin produk ‘made in Banten’ terus berkembang. Semua ada di Banten, saya acungkan jempol untuk Banten,” tandasnya.