BASARNAS BANTEN LATIHAN TANGANI POTENSI BENCANA BESAR

BASARNAS BANTEN LATIHAN TANGANI POTENSI BENCANA BESAR

Basarnas Banten mengelar Rakor Pencarian dan Pertolongan dengan tema “ Dengan Soliditas dan Sinergitas, Basarnas bersama Potensi SAR Kita Tingkatkan Pelayanan Jasa Sar di Provinsi Banten” di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang berlangsung selama dua hari 29-30 April 2019.

Acara ini di buka oleh Kepala Basarnas Banten Bapak Zainal Arifin, dan di ikuti oleh 62 peserta yang terdiri dari unsur TNI, POLRI, Pemprov, Pemda dan Organisasi dibidang Pencarian dan Pertolongan yang ada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan turut hadir narasumber dari BMKG, Divisi Keimigrasian Dki Jakarta, Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi BPPT Pusat Teknologi Reduksi Risiko Bencana (BPPT), Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten, Kasubbaganev Bagbinopsnal Ditpolairud Polda Banten.

Dalam sambutannya Kepala Basarnas Banten menyampaikan Rakor ini bertujuan untuk menjalin, menjaga dan menigkatkan tali silaturahmi melalui komunikasi dan koordinasi yang baik juga dalam rangka Penyusunan Rencana Kontigensi Penaganan Pengungsi dari Luar Negeri dalam keadaan Darurat di Provinsi Banten (People Smuggilng).

Menurut Zainal Arifin dengan diadakannya Rakor ini diharapakan terciptanya  komunikasi koordinasi dan kesamaan pola fikir dan pola tindak yang dituangkan dalam ide atau gagasan pada rencana kontigensi yang baik antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dengan potensi  Pencarian dan Pertolongan yang ada di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan.

Sementara itu Narasumber dari BPPT Nurhidayat memaparkan tentang Simulasi Bencana Megathrust dan efek dari bencana alam, latihan penanganan bencana permukaan air di Banten untuk menghadapi ancaman potensi bencana,termasuk megathrust.

Megathrust berpotensi terjadi di Selat Sunda, lempengannya terbentang dari pulau Sumatera hingga Jawa. Ancaman megatrhust menurut penelitian diperkirakan akan menghasilkan gempat 8-9 SR dengan potensi tsunami 10 meter.

Meski demikian berharap potensi itu tidak benar-benar terjadi pelatihan tanggap bencana, skenario yang akan dijalankan juga untuk menanggulangi pengungsi luar negeri atau yang selama ini dikenal dengan sebutan manusia kapal. Potensi imigran yang berasal dari negara-negara konflik berpotensi besar akan singgah ke Indonesia melalui Samudera Hindia.
"Jadi kejadian pengungsi dari luar negeri beberapa tahun belakang memang sangat marak, adanya konflik di Timur Tengah. Nah ini lintasan untuk menuju ke Australia, karena memang negara Australia kan meratifikasi terkait perjanjian pengungsi itu, Indonesia tidak," tuturnya*