Alasan BKN Keluarkan Aturan Cuti Melahirkan Bagi PNS Pria

Alasan BKN Keluarkan Aturan Cuti Melahirkan Bagi PNS Pria

Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Kepala BKN Nomor 24 Tahun 2017 tentang cara Pemberian Cuti PNS. Keluarnya aturan tersebut merupakan kabar gembira bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) laki-laki.

Pasalnya, dengan peraturan yang baru ini, para pegawai pria juga diberikan izin cuti melahirkan. Selama ini cuti melahirkan hanya dikhususkan bagi PNS wanita saja.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Hubungan Media dan Antar Lembaga Biro Humas BKN Diah Eka Palupi mengatakan alasan kenapa pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut adalah karena untuk memberikan rasa keadilan bagi Pegawai negara. Selain itu, menurutnya kebijakan ini dikeluarkan untuk mengakomodir pegawai pria yang istrinya akan melahirkan.

 

Karena menurutnya, dalam kondisi akan melahirkan seorang wanita sangat membutuhkan dukungan moril seorang pria. Sehingga sudah sepantasnya pegawai pria diberikan izin cuti melahirkan untuk menemani istrinya.

"Iya dong, masa istrinya doang yang berjuang sendirian. Jadi ini (cuti melahirkan) biar pegawai pria bisa nemenin istrinya melahirkan," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Sebagai informasi, alasan pengajuan CAP pada huruf E poin (3) juga diperuntukkan bagi PNS yang ditempatkan pada perwakilan Republik Indonesia yang rawan dan/ atau berbahaya guna memulihkan kondisi kejiwaan PNS yang bersangkutan.

Aturan cuti terbaru ini juga memberikan kesempatan bagi PNS yang menjalani program untuk mendapatkan keturunan dapat mengajukan cuti di luar tanggungan negara sebagai alasan pribadi dan mendesak yang tertuang dalam huruf G poin (2).

Selain mengakomodir ketiga kebutuhan pribadi dan mendesak tersebut, kebijakan cuti PNS dalam Perka BKN ini menetapkan aturan cuti bersama yang tidak tertuang dalam regulasi sebelumnya.

Pada huruf F poin (2) dan (3) dijelaskan bahwa cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan dan bagi PNS yang karena jabatannya tidak diberikan hak atas cuti bersama, hak cuti tahunannya ditambah sesuai dengan jumlah cuti bersama yang tidak diberikan.