ANDIKA INGIN BANTEN MEMILIKI LEMBAGA PENYIARAN UNTUK PROMOSIKAN BANTEN

ANDIKA INGIN BANTEN MEMILIKI LEMBAGA PENYIARAN UNTUK PROMOSIKAN BANTEN

Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy menginginkan pemerintah provinsi Banten memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang terfokus pada penyiaran informasi, guna mempromosikan Banten di kancah nasional. 
 
Keinginan Wagub Banten tersebut terucap ketika dirinya tengah menggelar pertemuan bersama pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Banten di Kantor Wakil Gubernur Provinsi Banten, Kamis (19/10). Andika mengungkapkan bahwa Provinsi Banten memiliki berbagai potensi daerah yang layak untuk diketahui olah masyarakat luas khususnya di Indonesia. 
 
Beberapa potensi tersebut terdiri dari berbagai sektor mulai dari sektor pariwisata seperti sejumlah lokasi wisata pantai, gunung, budaya hingga wisata religi, kemudian sektor perekonomian yang dapat menarik investor untuk dapat berinvestasi di Provinsi Banten. 
 
"Sebetulmya banyak sekali potensi yang dimiliki Banten, namun itu tidak dapat terekspose di nasional," ujar Andika Hazrumy 
 
Oleh karenanya, dirinya menilai perlu ada perhatian khusus yang dapat mengatur penyebaran informasi Banten, bukan hanya menyentuh masyarakat Provinsi Banten tetapi juga dapat menyampaikan informasi ke zona yang lebih luas.
 
"Saya memiliki gagasan itu (lembaga penyiaran), jadi kalau sudah memiliki lembaga penyiaran, enak ada wadahnya yang bertanggung jawab bagaimana mengkoordinasikan agar potensi Banten dapat terkespose," pungkasnya. 
 
Perihal tersebut, disambut baik Ketua IJTI Banten, Aimar menurutnya saat ini sudah ada terkait Undang-undang penyiaran yang mengharuskan media nasional memasukan konten bermuatan lokal seperti halnya pemberitaan mengenai Provinsi Banten, namun hal tersebut belum dapat berjalan dengan baik, sehingga apabila lembaga tersebut dibentuk diharapkan akan mampu mengkoordinasikan publikasi mengenai Banten dimedia nasional. 
 
"Karena selama ini hanya beberapa daerah saja yang terus menerus ditayangkan di tv, seperti halnya Pilgub kemarin, jakarta terus menerus padahal di Banten juga ada, tapi masyarakat Banten terus disuguhkan tentang jakarta," pungaksnya. (*)