LAPORAN PEMBAKUAN RUPABUMI


                                                       LAPORAN

OBSERVASI LAPANGAN DALAM RANGKA

PEMBAKUAN TOPONIMI KEPULAUAN

TAHUN 2015

 

 

1.    LATAR BELAKANG

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupa Bumi, di dalam pasal 3 dijelaskan bahwa unsur Rupabumi terdiri dari unsur alami dan unsur buatan. Pulau termasuk bagian dari permukaan bumi yang dapat dikenal identitasnya sebagai salah satu unsur alami, selain sungai, danau, gunung, dll.

Kegiatan observasi lapangan terhadap pulau-pulau yang ada di wilayah Provinsi Banten untuk mengetahui sejauhmana eksistensi pulau-pulau tersebut sesuai kondisi saat ini, baik secara fisik maupun administrative di lapangan.

Hasil observasi lapangan sangat penting, sebagai bahan pertimbangan bagi Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi untuk dilakukan Pembakuan Toponimi Kepulauan yang ada di wilayah Provinsi Banten, dengan tujuan untuk mewujudkan tertib administrative dan akurasi data dan informasi di bidang Pembakuan Nama Rupabumi di Indonesia dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.    DASAR HUKUM

 

  1. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nommor 4010 );
  2. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah   ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587 );
  3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2006 tentang Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi;
  4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupa Bumi;
  5. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2007 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2007 Nomor 1, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 4);
  6. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Banten Tahun 2005-2015;
  7. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2012 Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Banten Nomor 41);
  8. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten Tahun 2012-2017;
  9. Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 8 TAhun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2015 (Lembaran Daerah Provinsi Banten Tahun 2014 Nomor 8);
  10. Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2014 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten Tahun Anggaran 2015 (Berita Daerah Provinsi Banten Tahun 2014 Nomor 88);
  11. Peraturan Gubernur Banten Nomor 89 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten TAhun 2015 (Berita Daerah Provinsi Banten Tahun 2014 Nomor 89).;

 

3.    MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terlaksananya validasi ulang, kompilasi data dan informasi yang sebenarnya mengenai pulau-pulau yang ada di wilayah Provinsi Banten.

Tujuan dari kegiatan ini adalah diperolehnya data dan informasi mengenai jumlah pulau yang sebenarnya di wilayah Provinsi Banten beserta penamaannya, sebagai bahan pertimbangan pengusulan Pembakuan Rupabumi Kepulauan kepada Tim Nasional.

 

4.    SASARAN

 

Sasaran kegiatan adalah sebanyak 64 pulau yang ada di wilayah Provinsi Banten, meliputi :

 

  1. Kabupaten Pandeglang                       : 34 pulau
  2. Kabupaten Lebal                                :   7 pulau
  3. Kabupaten Serang                              : 17 pulau
  4. Kabupaten Tangerang                        :   1 pulau
  5. Kota Cilegon                                      :   5 pulau

 

5.    PELAKSANAAN

 

  1. Tahap I : Wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2015 (41 pulau).
  2. Tahap II : Wilayah Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2015 (23 pulau).

 

6.    HASIL OBSERVASI

 

  1. Tahap I : Wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak :

Berdasarkan data tahun 2014, di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak terdapat 41 pulau, terdiri dari 34 pulau di Kabupaten Pandeglang dan 7 pulau di Kabupaten Lebak.

 

Hasil observasi di wilayah Kabupaten Pandeglang, terdapat 4 pulau baru yang belum terdata yaitu :

 

  1. Pulau Kalong (sekitar Pulau Handeuleum)

Koordinat : 6?45’59” LS - 105?25’31” BT, vegetasi mangrove.

  1. Pulau Panggarangan (sekitar Pulau Handeuleum)

Koordinat : 6?45’39” LS - 105?25’31” BT, vegetasi mangrove.

  1. Pulau Reungit (sekitar Pulau Handeuleum)

Koordinat : 6?45’56” LS - 105?25’18” BT, vegetasi mangrove.

  1. Pulau Karang Masjid (sekitar Pulau Panaitan)

Koordinat : 6?40’08” LS - 105?11’97” BT, batu karang.

 

Selain itu, di Kabupaten Pandeglang terdapat 2 pulau yang hilang akibat abrasi tergerus hantaman ombak dan juga 2 pulau yang menyatu dengan daratan/atau pulau lain.

 

Pulau yang sudah tidak ada/hilang akibat abrasi :

 

  1. Pulau Karang Gundul

Koordinat : 6?29’31” LS - 105?43’50” BT.

  1. Pulau Waton

Koordinat : 6?37’09” LS - 105?06’30” BT.

 

Pulau yang menyatu dengan daratan/pulau lain :

 

  1. Pulau Batu Qur’an (menyatu dengan Pulau Panaitan)

Koordinat : 6?35’0” LS - 105?7’36” BT.

  1. Pulau Karang Copong Besar (menyatu dengan Pulau Jawa)

Koordinat : 6?43’32” LS - 105?14’49” BT.

 

Hasil observasi di wilayah Kabupaten Lebak, terdapat 2 pulau baru yang belum terdata, yaitu :

 

  1. Pulau Batugoong.

Koordinat : 6?52’78” LS - 106?06’28” BT, batu karang.

  1. Pulau Karang Songsong.

Koordinat : 6?53’15” LS - 105?06’77” BT, batu karang.

 

  1. Tahap II : Wilayah Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Tangerang :

 

Berdasarkan data tahun 2014, di wilayah Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang terdapat 23 pulau, terdiri dari :

 

  1. Kabupaten Serang           : 17 pulau
  2. Kota Cilegon                   :   5 pulau
  3. Kota Tangerang              :   1 pulau.

 

Hasil observasi lapangan di Kabupaten Serang, terdiri dari 17 pulau terdapat 1 pulau yang sudah menyatu dengan daratan karena aktifitas pengurugan tanah, yaitu :

 

  • Pulau Kemanisan

Koordinat : 5?57’49” LS - 106?6’56” BT. Di wilayah Bojonegara.

 

Hasil observasi di Kota Cilegon, dari 5 pulau yang diobservasi semuanya masih utuh berbentuk pulau.

 

Hasil observasi di Kabupaten Tangerang, dari 1 pulau yang diobservasi kondisi fisik masih utuh berbentuk pulau.

 

7.    PENUTUP

 

Demikian Laporan Observasi Lapangan Dalam Rangka Pembakuan Toponimi Kepulauan kami buat. Kami menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangannya, untuk itu berbagai masukan, saran dan kritik sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini serta kegiatan-kegiatan yang akan datang, dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kepada semua pihak yang telah membantu dari mulai persiapan, pelaksanaan kegiatn dan penyusunan laporan ini, kami ucapkan terima kasih.

 

 

                                                   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan