GUBERNUR BANTEN MENEGASKAN KALAU ADA KEPALA DAERAH SELEWENGKAN DANA DESA TANGKAP SAJA


Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan agar seluruh Bupati/Wali Kota se-Banten agar sadar hukum terkait penyaluran dana desa. Hal tersebut disampaikannya lantaran adanya operasi tangkap tangan Bupati Pemekasan yang diduga menyelewengkan dana desa beberapa waktu lalu.

“Itu sudah ada undang-undangnya. Semua (Bupati/Wali Kota, red) harus sadar, jangan melakukan pelanggaran hukum,” kata Pria yang akrab disapa WH saat ditemui di KP3B, akhir pekan kemarin.

Bahkan, jika hal itu terjadi, WH menyarankan kepada penegak hukum untuk menangkap kepala daerah di Banten yang terbukti menyelewengkan dana desa. “Tangkap saja,” singkatnya.

Ia berharap, di Banten tidak terjadi. Hal itu bukan tanpa alasan, karena menurutnya, saat ini seluruh daerah baik provinsi maupaun kabupaten/kota di Banten didampingi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara, terkait pengawasan dana desa, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, pihaknya akan meninjau kembali peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) terkait petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pengawasan dan penyaluran dana desa.

“Baik saya dan Pak Gubernur juga akan meramu teknis pengawasan dana desa untuk tingkat provinsi sesuai Permendagri,” katanya.

Dijelaskan Andika, Pemprov Banten akan mengoptimalkan peran pendamping desa.

“Kita maksimalkan peran mereka bagaimana memberikan pelaporan keuangan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Lebih lanjut, Andika memgimbau kepada seluruh Bupati/Wali Kota se- Banten dalam penyaluran dana desa harus sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, dana desa harus optimal disalurkan karena untuk kemajuan desa. Ia juga menyinggung terkait masalah SDM aparatur desa yang masih banyak tidak paham penggunaan dana desa.

“Maka dari itu kita optimalkan peran pendamping. Dan saya berharap kejadian penyelewengan dana desa tidak terjadi di Banten,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPMD) Provinsi Banten Sigit Suwitarto mengatakan, untuk pengawasan dana desa pihaknya melakukan beberapa upaya. Pertama yakni dengan melakukan pengawasan secara berjenjang, dari kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa itu sendiri.

“Kalau di tingkat kabupaten/kota pengawasan dan pendampingannya ada tenaga ahli desa, untuk di kecamatan ada pendamping desa dan untuk di desanya ada pendamping lokal desa. Itu semua kita sudah berikan pelatihan dan pengawasan terkait dana desa,” kata Sigit saat dihubungi via telepon, Minggu (6/8).

Sigit mengatakan, langkah kedua, DPPMD Banten juga mengadakan bimbingan teknis (bintek) kepada para kepala desa. Dalam bintek tersebut, menurut Sigit, pihaknya memberikan pemahaman terkait pengelolaan anggaran desa.

“Jadi kalau kepala desanya dianggap perlu pembinaan contohnya kepala desa tertinggal, kita berikan pemahaman. Sasaran kita bagaimana desa itu bertahap menjadi desa berkembang. Kita juga berikan pembinaan terkait mekanisme yang ada di desa itu. Dan tujuan utamanya kan supaya desa itu berkembang, kalau sudah seperti itu berarti mereka sudah mapan,” sambungnya.

Sigit menyebutkan, dari alokasi anggaran dana desa untuk Banten sebesar Rp 1,2 triliun yang diberikan kepada 1.238 desa yang ada di Banten. Untuk penyalurannya dibagi dalam dua tahap. Saat ini baru 40 persennya sudah disalurkan. Pihaknya juga dalam waktu dekat akan menyalurkan sisa alokasi dana tersebut hingga mencapai 100 persen.

“Untuk penyalurannya dibagi menjadi dua tahap, pertama kita salurakan 40 persen kedua 60 persen. Dan itu tergantung progres pelaksanaan selama 3 bulan, ada report program baru turun. Semua tergantung dari desanya itu sendiri,” jelasnya.

Untuk rincian nominal dan desa yang disalurkan, lanjut Sigit, berada dikisaran Rp 600 hingga Rp 800 juta per desa. Dan itu tergantung indikator yang ada di desanya.

“Untuk penyalurannya itu dilakukan berdasarkan klasifikasi. Jadi ngga merata semua, ada desa yang dapat Rp 600 juta ada yang dapet Rp 700 juta, dan adapula yang diberikan dana desanya Rp 800 juta,” katanya


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan