WH KUTUK PENYELUNDUPAN SABU DI ANYER


Gubernur Banten Wahidin Halim mengutuk keras segala bentuk peredaran narkoba baik di Indonesia mapun di Banten khususnya. Hal tersebut disampaikan menyusul penggerebekan penyelundupan narkoba oleh Kepolisian dengan barang bukti 1 ton sabu-sabu siap edar di Hotel Mandalika, Anyer, Kabupaten Serang, Kamis (13/7).

Menurut Wahidin, masyarakat harusnya lebih waspada dengan segala bentuk peredaran dan penyelundupan narkoba.

“Kita harus lebih waspada. Ditambah garis pantai kita kan 570 km itu sangat rawan mudah dimasuki banyak jalan tikus. Seperti di Entikong Kalimantan Utara, banyak narkoba dari kawasan Asia yang masuk dari pantai-pantai di sana,” kata Wahidin saat ditemui usai paripurna di DPRD Banten, KP3B, Kota Serang.

Ia juga mengakui jika kurangnya pengawasan di kawasan pesisir membuat penyelundup narkoba bisa bebas keluar masuk di pantai-panti yang tidak terdeteksi. Meski begitu, pemprov akan merapatkan dengan pihak terkait khususnya kepolisin dan BNN untuk mencari solusi masalah penyelundupan tersebut.

“Paling tidak partisipasi untuk mengawasi nelayan ataupun gerak-gerik yang mencurigakan,” katanya.

Terpisah, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, persoalan narkoba menjadi pekerjaan rumah seluruh pihak, bukan hanya ditataran penegak hukum tapi juga di lingkungan masyarakat. Ia melihat peredaran narkoba sudah sangat masif, hal itu dibuktikan adanya penggerebekan satu ton sabu-sabu di Anyer.

“Ini tidak menutup kemungkinan penyelundupan ini jalurnya lewat laut. penyelundupan itu jadi sebuah perhatian kita semua baik BNN, kepolisian, dan pihak pelabuhan, satu ton (sabu-sabu,red) itu bukan sedikit, itu fantastik,” kata Asep.

Asep menilai, garis pantai di Banten yang mencapai 570 km membuat mafia pemasok narkoba kerap kucing-kucingan dengan aparat penegak hukum. Namun dengan tertangkapnya pemasok satu ton sabu-sabu ke wilayah Anyer ini, menurutnya, peran penegak hukum sangat bagus daripada pengedar.

“Saya apresiasi untuk penegak hukum, saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat mulai dari lingkungan keluarga untuk turun tangan jangan masa bodo. Karena kalau dibiarkan akan merusak generasi muda,” tegasnya.

Sementara, terkait pengawasan warga negara asing (WNA), lanjut Asep, pihaknya juga akan lebih meningkatkan. Hal itu lantaran peredaran narkoba acap kali melibatkan jaringan internasional.

“Ngga mungkin WNA datang bawa satu ton sabu-sabu kalau ngga ada agennya. Dan mereka juga menganggap perairan Banten paling aman,” ujarnya


Twitter


Facebook


Tentang Kami


Statistik Kunjungan